Puasa Syawal merupakan ibadah sunnah yang dikerjakan selama enam hari di bulan Syawal setelah Idulfitri. Amalan ini menjadi salah satu bentuk penyempurna ibadah Ramadan sekaligus menjaga konsistensi spiritual umat Islam.
Baca Juga: Puasa dan Maag, Saat Lambung Justru Diberi Waktu Beristirahat
Anjuran puasa Syawal didasarkan pada hadis shahih yang menyebutkan bahwa orang yang berpuasa Ramadan lalu melanjutkan dengan enam hari di bulan Syawal akan mendapatkan pahala seperti berpuasa selama satu tahun penuh.
Keutamaan tersebut berasal dari perhitungan pahala dalam Islam, di mana satu amal kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali lipat. Puasa Ramadan selama 30 hari setara 300 hari, ditambah enam hari puasa Syawal menjadi 60 hari, sehingga totalnya mencapai 360 hari atau setara satu tahun.
Selain pahala yang besar, puasa Syawal juga diyakini sebagai pelengkap kekurangan selama Ramadan. Ibadah ini menunjukkan bentuk istiqamah seorang Muslim dalam menjaga amal setelah bulan suci berakhir.
Secara waktu, puasa Syawal dapat dilakukan mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan. Pelaksanaannya tidak harus berurutan, sehingga memberi kelonggaran bagi umat Islam untuk menyesuaikan dengan aktivitas sehari-hari.
Dari sisi tata cara, puasa Syawal tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya. Niat dilakukan pada malam hari atau sebelum terbit fajar. Umat Islam kemudian menjalankan sahur, meski dengan makanan sederhana, sebelum menahan diri dari makan, minum, serta hal-hal yang membatalkan puasa hingga waktu Magrib.
Baca Juga: Puasa Tak Bikin Jalur Jogging Sepi, Warga Palu Pilih Lari Sore Jelang Berbuka
Saat berbuka, dianjurkan untuk menyegerakan berbuka dengan makanan ringan seperti kurma dan air putih sebelum melanjutkan dengan makanan utama.
Terkait pelaksanaan puasa qadha Ramadan dan puasa Syawal, para ulama memiliki perbedaan pendapat. Sebagian menganjurkan untuk mendahulukan puasa qadha karena bersifat wajib. Namun ada pula yang membolehkan menggabungkan niat puasa qadha dengan puasa Syawal, atau mendahulukan puasa Syawal selama qadha tetap ditunaikan di waktu lain.
Meski demikian, banyak ulama menilai mendahulukan puasa qadha merupakan pilihan yang lebih aman agar kewajiban tidak tertunda.
Dengan berbagai keutamaan tersebut, puasa Syawal menjadi amalan yang sayang untuk dilewatkan, khususnya bagi umat Islam yang ingin menjaga semangat ibadah setelah Ramadan.(uq)
Editor : Nur Soima Ulfa