RADAR PALU – Lajnah Falakiyah Alkhairaat Madinatul Ilmi Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, merilis hasil hisab awal bulan Syawal 1447 Hijriah. Berdasarkan perhitungan astronomis yang dilakukan di Gedung Observasi Hilal Kemenag Sulteng, Desa Marana, Kecamatan Sindue, Kabupaten Donggala, posisi hilal pada 19 Maret 2026 dinyatakan belum memenuhi kriteria imkanur rukyat.
Dalam data tersebut disebutkan bahwa ijtima akhir Ramadhan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 pukul 09.23 WITA.
Sementara itu, waktu matahari terbenam tercatat pukul 18.12.06 WITA dan bulan terbenam pada pukul 18.22.15 WITA. Tinggi hilal mar’i berada pada -1° 51’ 19”, dengan elongasi bulan sebesar 5° 15’ 34” dan fraksi iluminasi hanya 0,17 persen.
Ketua Lajnah Falakiyah, Muhammad Syarief Hidayatullah, M.H., menyampaikan bahwa posisi hilal tersebut belum memenuhi standar yang ditetapkan.
“Berdasarkan hisab dan data hilal, kedudukan hilal di seluruh wilayah Indonesia tidak memenuhi kriteria imkanur rukyat MABIMS maupun Nahdlatul Ulama,” ujarnya.
Kriteria MABIMS sendiri mensyaratkan tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Dengan kondisi yang ada, Ramadhan diperkirakan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
Dengan demikian, 1 Syawal 1447 H berpotensi jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, yang dimulai sejak Jumat malam. Meski demikian, keputusan resmi tetap menunggu sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Editor : Wahono.