Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Cuaca Ekstrem dan Abu Vulkanik Ancam Mudik Udara 2026

Mugni Supardi • Rabu, 18 Maret 2026 | 21:48 WIB

Salah satu faktor utama adalah cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat menurunkan jarak pandang dan berdampak pada operasional penerbangan.
Salah satu faktor utama adalah cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat menurunkan jarak pandang dan berdampak pada operasional penerbangan.

RADAR PALU – AirNav Indonesia mewaspadai sejumlah potensi gangguan yang dapat memengaruhi kelancaran penerbangan selama periode mudik Lebaran 2026.

Salah satu faktor utama adalah cuaca ekstrem, seperti hujan lebat, petir, dan angin kencang yang dapat menurunkan jarak pandang dan berdampak pada operasional penerbangan.

Selain itu, ancaman abu vulkanik dari sejumlah gunung aktif juga menjadi perhatian serius. Beberapa di antaranya adalah Gunung Semeru di Jawa Timur, Marapi di Sumatera Barat, Gunung Ibu di Maluku Utara, serta Gunung Lewotobi di Nusa Tenggara Timur.

Sebaran abu vulkanik dinilai berpotensi membahayakan penerbangan sehingga dapat memicu penyesuaian rute hingga penutupan bandara sementara.

Tak hanya faktor alam, balon udara liar juga menjadi ancaman yang terus diwaspadai. Aktivitas ini berisiko mengganggu jalur penerbangan dan membahayakan keselamatan pesawat.

Padahal, pemerintah telah mengatur penerbangan balon udara melalui regulasi, termasuk kewajiban penambatan, pembatasan ukuran, serta larangan menerbangkan di dekat bandara.

AirNav mengimbau seluruh pihak untuk turut menjaga keselamatan ruang udara selama periode Lebaran.

Editor : Mugni Supardi
#cuaca ekstrem penerbangan #keselamatan penerbangan #airnav #balon udara liar #abu vulkanik Indonesia