Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Nyepi 1948 Saka di Palu: Momentum Hening untuk Introspeksi dan Harmoni Semesta

Rony Sandhi • Selasa, 17 Maret 2026 | 19:39 WIB

 

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Made Lungayasa
Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Made Lungayasa

RADAR PALU – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi yang jatuh pada 19 Maret 2026 atau Tahun Baru Saka 1948, umat Hindu memaknai hari suci tersebut sebagai momen penting untuk melakukan introspeksi diri serta menyelaraskan kehidupan dengan alam semesta, Selasa (17/3/2026).

Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Palu, I Made Lungayasa, menjelaskan bahwa rangkaian perayaan Nyepi tidak sekadar hari hening, tetapi sarat dengan makna spiritual yang mendalam.

Ia menguraikan, rangkaian Nyepi diawali dengan upacara Melasti sebagai simbol penyucian diri, kemudian dilanjutkan dengan Tawur Kesanga yang bertujuan menyeimbangkan energi kosmis dan alam agar selaras dengan kehidupan manusia.

Baca Juga: Satresnarkoba Polres Sigi Tangkap Tiga Tersangka Sabu di Palolo

“Pada puncaknya, umat Hindu melaksanakan Catur Brata Penyepian, yakni amati geni (tidak menyalakan api atau menahan hawa nafsu), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak menikmati hiburan),” jelas Lungayasa.

Menurutnya, suasana hening saat Nyepi menjadi ruang refleksi bagi umat untuk kembali memahami jati diri. Dalam keheningan tersebut, manusia diajak menyadari bahwa esensinya berasal dari Tuhan dan memiliki sifat ketuhanan yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui keheningan, kita diharapkan mampu mengembalikan kesadaran diri, sehingga sifat-sifat ketuhanan dapat membimbing kehidupan ke depan menjadi lebih baik,” ujarnya.

Baca Juga: Misi Mustahil? Man City Harus Kejar Defisit 3 Gol dari Madrid

Selain itu, menjelang Nyepi umat Hindu juga melaksanakan tawur di lingkungan masing-masing atau pecaruan di rumah sebagai upaya menetralisir energi negatif menjadi positif, sehingga pelaksanaan Nyepi dapat berlangsung dengan khusyuk.

Di tengah momentum yang berdekatan dengan ibadah umat Muslim, Lungayasa juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga toleransi dan saling menghormati.

“Kami mengharapkan saudara-saudara non-Hindu dapat saling menghormati. Selamat berpuasa, selamat berlebaran sesuai dengan slogan kami pada Nyepi tahun ini, satu bumi, satu keluarga, untuk kesejahteraan bersama,” tuturnya. (Cr4)

Editor : Rony Sandhi
#Hari Raya Nyepi 2026 #PHDI Kota Palu #Toleransi Antarumat Beragama #Umat Hindu Palu #Catur Brata Penyepian