Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Febriyanthi Hongkiriwang Tanamkan Nilai Kristus ke Remaja GKST Mori Atas: Iman Harus Berakar Kuat

Ilham Nusi • Senin, 16 Maret 2026 | 21:18 WIB

PERKEMAHAN: Senator Febriyanthi Hongkiriwang berinteraksi dengan peserta perkemahan remaja GKST Klasis Mori Atas yang digelar di Jemaat GKST Betesda Mayumba, Morowali Utara, Sabtu (14/3/2026). (FOTO:
PERKEMAHAN: Senator Febriyanthi Hongkiriwang berinteraksi dengan peserta perkemahan remaja GKST Klasis Mori Atas yang digelar di Jemaat GKST Betesda Mayumba, Morowali Utara, Sabtu (14/3/2026). (FOTO:

RADAR PALU - Anggota DPD RI Sulawesi Tengah Febriyanthi Hongkiriwang menanamkan nilai karakter Kristus kepada ratusan remaja GKST Klasis Mori Atas dalam Perkemahan Persekutuan Remaja yang digelar di Jemaat GKST Betesda Mayumba, Kecamatan Mori Utara, Kabupaten Morowali Utara, Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan Perkemahan Remaja GKST Mori Atas ini menjadi tonggak baru pembinaan generasi muda gereja karena untuk pertama kalinya dilaksanakan di wilayah Klasis tersebut.

Febriyanthi tampil sebagai pembicara pembinaan rohani dengan tema Remaja Gereja Berkarakter Kristus. Ia menegaskan bahwa remaja gereja harus memiliki fondasi iman yang kuat agar mampu menghadapi perubahan zaman.

"Bertumbuh bersama Kristus membuat karakter kita terbentuk setiap hari," tegas Febriyanthi.

Ia menjelaskan, iman yang kuat tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses pembinaan rohani yang konsisten.

Febriyanthi mengutip 1 Korintus 3:2 untuk menjelaskan bahwa pertumbuhan iman selalu dimulai dari proses sederhana.

Ia menilai banyak remaja ingin hasil cepat, tetapi melupakan pentingnya proses pembentukan karakter.

Menurutnya, justru dari proses itulah lahir pribadi yang kuat, dewasa, dan tahan menghadapi tekanan hidup.

Dalam penyampaian materinya, Febriyanthi menggunakan ilustrasi pohon untuk menjelaskan pentingnya dasar iman.

Ia menegaskan akar menentukan kehidupan seluruh bagian pohon.

"Kalau akar tidak kuat, pohon pasti layu. Kehidupan rohani juga seperti itu," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa iman tidak boleh berhenti pada pengetahuan, tetapi harus terlihat melalui tindakan nyata.

Ia menyebut contoh sederhana seperti membantu sesama, mengampuni, menjadi pembawa damai, dn memberi harapan

Febriyanthi juga membangun interaksi langsung dengan peserta melalui dialog dan pertanyaan seputar materi pembinaan iman.

Peserta yang mampu menjawab mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi. Metode ini membuat suasana pembinaan menjadi lebih hidup dan meningkatkan kepercayaan diri remaja GKST.

Febriyanthi juga mengutip Lukas 6:47-48 tentang pentingnya fondasi hidup yang kuat.

"Kalau hidup kita punya dasar yang kuat, badai sebesar apa pun tidak akan meruntuhkan kita," ujarnya.

Ia berharap remaja GKST Mori Atas menjadi generasi yang beriman kuat, berkarakter, punya integritas, serta siap menjadi pemimpin masa depan gereja

Persekutuan Remaja GKST Klasis Mori Atas merancang perkemahan ini sebagai wadah pembentukan karakter dan kepemimpinan generasi muda.

Panitia mengisi kegiatan dengan badah pembinaan lomba kreativitas, pelatihan kepemimpinan, serta enguatan mental rohani

Kegiatan ini mempertegas komitmen GKST dalam membangun generasi muda gereja yang siap menghadapi tantangan zaman.(***)

 

 

 

  

Editor : Muchsin Siradjudin
#Pelatihan kepemimpinan #Perkemahan remaja GKST #Pembinaan lomba kreativitas #Nilai karakter kristus