Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Mengapa Alquran Tidak Diturunkan Sekaligus? Ini Hikmah Besarnya Menurut Ulama Tafsir

Muhammad Awaludin • Minggu, 8 Maret 2026 | 21:41 WIB

Ilustrasi membaca Alquran saat Ramadan. Ulama menjelaskan hikmah mengapa Alquran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.
Ilustrasi membaca Alquran saat Ramadan. Ulama menjelaskan hikmah mengapa Alquran diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

RADAR PALU – Salah satu pertanyaan yang sering muncul dalam kajian Islam adalah mengapa Alquran tidak diturunkan sekaligus, melainkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam berbagai kitab tafsir, para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Alquran yang berlangsung sekitar 23 tahun memiliki hikmah besar bagi perjalanan dakwah Islam.

Turunnya wahyu secara bertahap ini bukan tanpa alasan. Justru cara tersebut menunjukkan bagaimana Alquran hadir sebagai petunjuk hidup yang membimbing manusia secara perlahan sesuai kondisi masyarakat. 

Disebutkan dalam Alquran

Pertanyaan tentang mengapa Alquran tidak diturunkan sekaligus sebenarnya juga pernah muncul pada masa Nabi Muhammad SAW.

Hal ini dijelaskan dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Furqan ayat 32:

“Orang-orang kafir berkata: Mengapa Alquran tidak diturunkan kepadanya sekaligus? Demikianlah agar Kami memperteguh hatimu dengannya dan Kami membacakannya secara tartil (bertahap).”

 

Ayat ini menunjukkan bahwa turunnya Alquran secara bertahap memiliki tujuan penting, salah satunya untuk menguatkan hati Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugas dakwahnya.

Menguatkan Nabi Muhammad SAW

Perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW tidak selalu berjalan mudah. Beliau menghadapi berbagai tantangan, penolakan, hingga tekanan dari kaum Quraisy. 

Turunnya wahyu secara bertahap menjadi bentuk penguatan spiritual bagi Nabi Muhammad SAW dalam menghadapi berbagai ujian tersebut.

Setiap kali terjadi peristiwa penting, Allah SWT menurunkan ayat yang memberikan petunjuk, penghiburan, atau penegasan hukum.

Dengan demikian, Alquran hadir sebagai bimbingan langsung dalam perjalanan dakwah Islam.

Memudahkan Umat Memahami Ajaran Islam

Hikmah lain dari turunnya Alquran secara bertahap adalah agar umat Islam dapat memahami ajaran Islam secara perlahan.

Pada masa awal Islam, masyarakat Arab memiliki berbagai kebiasaan yang tidak sejalan dengan ajaran Islam, seperti praktik riba, minum khamar, serta berbagai tradisi jahiliyah lainnya.

Jika semua hukum Islam diturunkan sekaligus, masyarakat saat itu akan mengalami kesulitan untuk langsung menerimanya.

Karena itu, Alquran diturunkan secara bertahap sehingga perubahan sosial dapat berlangsung secara lebih bijak dan manusiawi. 

Menjawab Berbagai Peristiwa yang Terjadi

Banyak ayat dalam Alquran yang turun sebagai jawaban atas peristiwa tertentu yang terjadi pada masa Nabi Muhammad SAW.

Dalam ilmu tafsir, hal ini dikenal dengan istilah asbabun nuzul, yaitu sebab-sebab turunnya ayat Alquran.

Melalui cara ini, Alquran tidak hanya menjadi kitab suci yang dibaca, tetapi juga menjadi pedoman yang memberikan solusi atas berbagai persoalan kehidupan.

Membentuk Peradaban secara Bertahap

Para ulama menjelaskan bahwa turunnya Alquran secara bertahap juga menjadi bagian dari proses pembentukan peradaban Islam.

Ajaran-ajaran yang terkandung dalam Alquran membimbing masyarakat dari kehidupan jahiliyah menuju masyarakat yang menjunjung tinggi keadilan, ilmu pengetahuan, dan akhlak mulia.

Proses perubahan besar tersebut membutuhkan waktu dan pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, turunnya Alquran selama sekitar 23 tahun menjadi bagian dari proses pendidikan spiritual dan sosial bagi umat Islam pada masa itu.

Menghidupkan Alquran di Bulan Ramadan

Momentum Nuzulul Quran yang diperingati setiap Ramadan menjadi pengingat bagi umat Islam untuk kembali memperkuat hubungan dengan Alquran.

Bulan Ramadan dikenal sebagai bulan diturunkannya Alquran, sehingga umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca, memahami, serta mengamalkan ajaran yang terkandung di dalamnya.

Dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, umat Islam diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih adil, damai, serta penuh keberkahan.***

Wallahu a‘lam bish shawab.

Editor : Muhammad Awaludin
#mengapa Alquran tidak turun sekaligus #sejarah turunnya Alquran #Radar Palu #turunnya Alquran 23 tahun #Nuzulul Quran