RADAR PALU – Ramadan terus berjalan menuju puncak keutamaannya. Memasuki malam ke-19 Ramadan, umat Islam kembali diingatkan pada momentum Nuzulul Quran, peristiwa turunnya wahyu pertama yang menjadi awal hadirnya Alquran sebagai petunjuk hidup bagi umat manusia.
Setelah peringatan Nuzulul Quran yang biasanya diperingati pada 17 Ramadan, malam-malam berikutnya menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk semakin menghidupkan nilai-nilai Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Ramadan dan Kedekatan dengan Alquran
Ramadan dikenal sebagai bulan Alquran. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 185 yang menyatakan bahwa Ramadan adalah bulan diturunkannya Alquran sebagai petunjuk bagi manusia.
Karena itu, tradisi membaca Alquran atau tadarus menjadi salah satu amalan yang sangat dianjurkan selama bulan suci ini.
Di berbagai masjid dan musala, suasana malam Ramadan sering diisi dengan kegiatan membaca Alquran secara bersama-sama. Aktivitas ini tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan di tengah masyarakat.
Mengingat Kembali Peristiwa Nuzulul Quran
Peristiwa Nuzulul Quran merujuk pada turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Wahyu tersebut berupa lima ayat pertama dari Surah Al-Alaq yang diawali dengan perintah membaca.
Peristiwa ini menjadi titik awal kerasulan Nabi Muhammad SAW sekaligus dimulainya proses turunnya Alquran kepada umat manusia.
Para ulama menjelaskan bahwa Alquran diturunkan secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun, menyesuaikan dengan kondisi dan perkembangan dakwah Islam pada masa itu.
Menyambut Malam-Malam Utama Ramadan
Memasuki malam ke-19 Ramadan juga berarti umat Islam semakin dekat dengan 10 malam terakhir Ramadan, yang diyakini memiliki keutamaan besar, termasuk peluang meraih malam Lailatul Qadar.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah seperti salat malam, membaca Alquran, memperbanyak doa, serta meningkatkan amal kebaikan.
Ramadan menjadi momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta membangun kebiasaan baik yang diharapkan dapat terus dilanjutkan setelah bulan suci berakhir.
Menghidupkan Nilai Alquran dalam Kehidupan
Peringatan Nuzulul Quran bukan sekadar mengenang sejarah turunnya wahyu. Lebih dari itu, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa Alquran adalah pedoman hidup yang mengajarkan nilai keadilan, kejujuran, serta kepedulian terhadap sesama.
Dengan memahami dan mengamalkan ajaran Alquran, umat Islam diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih damai, harmonis, dan penuh keberkahan.
Memasuki malam ke-19 Ramadan, semangat untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Alquran diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari perjalanan spiritual di bulan suci ini.***
Editor : Muhammad Awaludin