RADAR PALU – PT Citra Palu Minerals (CPM) bersama Kelompok Tani Mitra Poboya melaksanakan panen perdana klaster cabai di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Minggu (8/3).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan dan pengembangan budidaya cabai yang dilakukan perusahaan bersama para petani mitra di wilayah lingkar tambang.
Program yang diberi nama Cluster Cabai di Kelurahan Poboya tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT CPM dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Baca Juga: Harga Listrik, Beras dan Emas Picu Inflasi Sulteng 5,33 Persen
Supervisor PPM/CSR PT CPM, Zulkifli Salingkat, mengatakan panen bersama ini melibatkan tiga kelompok tani yang berada di Kelurahan Poboya dengan total luasan lahan tanam sekitar satu hektare.
“Program ini kami namakan Cluster Cabai. Sebelumnya kami telah menyalurkan sekitar 10 ribu bibit cabai kepada tiga kelompok tani untuk luasan lahan sekitar satu hektare,” ujar Zulkifli.
Ia menjelaskan, pada panen kali ini sekitar 1.400 pohon cabai milik salah satu anggota Kelompok Tani Mitra Poboya telah memasuki masa panen.
Baca Juga: Belum Terima Pengajuan Extra Flight, Bandara Mutiara Palu Siapkan Posko Angkutan Lebaran
Dengan estimasi produktivitas sekitar 0,2 kilogram per pohon untuk satu kali panen, hasil yang ditargetkan dapat mencapai sekitar 200 kilogram.
Menurutnya, program pengembangan cabai tersebut tidak hanya sebatas pemberian bantuan sarana produksi, tetapi juga dilengkapi dengan pendampingan kepada para petani.
“Pendampingan dilakukan dari hulu hingga hilir. Mulai dari penyediaan bibit, pupuk, pelatihan dan peningkatan kapasitas petani terkait teknis budidaya, hingga nantinya kami juga akan mendampingi proses pemasaran hasil panen,” jelasnya.
Baca Juga: Inflasi Sulteng 5,33 Persen, Tolitoli Tertinggi hingga 7,60 Persen
Ia menambahkan, tanaman cabai yang dipanen merupakan jenis cabai lokal yang dikenal masyarakat setempat sebagai cabai sirup, dengan masa budidaya sekitar enam bulan hingga memasuki masa panen.
Zulkifli juga menyebutkan bahwa program ini merupakan proyek percontohan yang saat ini difokuskan di Kelurahan Poboya. Ke depan, jika program ini menunjukkan hasil yang baik, perusahaan berencana memperluas pengembangannya ke desa atau kelurahan lain.
Sebelumnya, PT CPM juga telah menjalankan beberapa program pertanian lain, seperti pengembangan budidaya bawang Lembah Palu di wilayah Tanah Modindi dan beberapa lokasi lainnya.
Baca Juga: Bupati Delis Ajak Warga Perkuat Kebersamaan dan Doakan Pembangunan Morowali Utara
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mitra Poboya, Bantu, mengatakan program tersebut sangat membantu para petani, terutama dalam penyediaan bibit dan pupuk.
“Program ini difasilitasi oleh PT CPM. Kami sebagai kelompok tani melanjutkan bibit yang telah diserahkan oleh perusahaan. Hari ini kami bisa melihat hasilnya dan kami juga mengundang pihak CPM untuk menyaksikan langsung kegiatan kami,” ujarnya.
Ia menjelaskan, panen yang dilakukan saat ini bukanlah yang pertama, karena sebelumnya kelompok tani juga telah melakukan panen di lahan lain di sekitar lokasi tersebut.
Baca Juga: Bupati Morowali Utara Serahkan Bantuan Modal Usaha BKK kepada 35 Kelompok di Petasia Timur
Menurut Bantu, para petani juga mendapatkan kesempatan mengikuti pelatihan pertanian yang difasilitasi perusahaan.
Bahkan kelompoknya pernah diutus untuk mewakili Kota Palu mengikuti pelatihan di Bulupountu bersama perwakilan dari tiga kabupaten.
“Dari pelatihan itu kami juga ditunjuk untuk mewakili kota dalam pembuatan pupuk cair. Saat ini kami masih terus mengembangkan pembuatan pupuk tersebut dengan memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar lingkungan kami,” jelasnya.
Baca Juga: PM2.5 dan PM10 di Palu di Bawah Ambang Batas per 7 Maret 2026
Untuk pemasaran hasil panen, para petani menyebut telah ada pengepul yang siap menampung cabai hasil produksi kelompok tani. Harga cabai sendiri bersifat fluktuatif dan sempat mencapai sekitar Rp60 ribu per kilogram.
“Hasil panen nanti akan kami timbang terlebih dahulu sebelum dipasarkan. Untuk jumlah keseluruhan panen kali ini nanti juga akan kami laporkan secara rinci,” kata Bantu.
Ia berharap program pengembangan cabai yang dilakukan bersama PT CPM dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga mampu meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani di Kelurahan Poboya dan sekitarnya (*)
Editor : Taswin