Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Ramadan Penuh Makna: BAZNAS Sulteng-Mualaf Center bersama Korban Likuefaksi Ikuti Pesantren “Jalan Cahaya” di Petobo

Annisa Wibdy • Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:04 WIB

MEMPERKUAT IMAN: Kegiatan kolaborasi yang digelar BAZNAS Sulteng dan Mualaf Center.
MEMPERKUAT IMAN: Kegiatan kolaborasi yang digelar BAZNAS Sulteng dan Mualaf Center.
RADAR PALU – Suasana Ramadan di Masjid Al-Muhajirin, Kelurahan Petobo, diisi dengan kegiatan pembinaan keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan spiritual. 

Para mualaf, ibu-ibu korban likuefaksi, serta anak-anak mengikuti Pesantren “Jalan Cahaya” yang digelar selama dua hari, 7–8 Maret 2026.

Kegiatan yang juga dirangkaikan dengan MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa) tersebut merupakan kolaborasi antara Baznas Provinsi Sulawesi Tengah dan Mualaf Center Sulawesi Tengah, dengan dukungan dari Baznas Republik Indonesia.

Baca Juga: Sulteng Dapat Program Peremajaan Sawit Rakyat 950 Hektare Senilai Rp57 Miliar

Ketua Baznas Provinsi Sulawesi Tengah, Hatamuddin Thamrin, S.Sos., M.M., mengatakan pesantren ini bertujuan memberikan pembinaan keagamaan bagi masyarakat yang membutuhkan penguatan iman serta pemahaman Islam yang lebih baik.

“Kegiatan ini merupakan pesantren marjinal yang dilaksanakan oleh Mualaf Center Sulawesi Tengah dan didukung langsung oleh Baznas Republik Indonesia, baik dari sisi pendanaan maupun pelaksanaannya,” ujarnya saat membuka kegiatan, Sabtu (7/3/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut awalnya dijadwalkan akan dibuka langsung oleh Ketua Baznas RI. Namun karena berhalangan hadir, pembukaan kegiatan diwakili oleh Baznas Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga: Yamaha dan Akai Jaya Gelar Yamaha Religi 2026 di Donggala

Selama dua hari satu malam, para peserta mendapatkan pembinaan melalui berbagai materi keagamaan yang disampaikan oleh para ustaz. Materi tersebut diharapkan dapat membantu peserta memperdalam pemahaman ajaran Islam sekaligus memperkuat keimanan mereka.

Hatamuddin menambahkan, tema “Jalan Cahaya” dipilih karena memiliki makna sebagai simbol perjalanan menuju kehidupan yang lebih baik melalui pemahaman agama.

“Maknanya bagaimana dari kegelapan menuju cahaya, dari yang belum jelas menjadi lebih jelas dalam memahami ajaran agama,” tutupnya. (*)

 

Editor : Agung Sumandjaya
#Radar Palu #Baznas Sulteng #berbagi amal #ramadan #mualaf center