Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kalamba Bergambar Wajah di Dongi-Dongi Diduga Dirusak, Seniman dan Tokoh Budaya Minta Pelaku Diusut

Wahono. • Kamis, 5 Maret 2026 | 15:59 WIB

Kalamba yang ditemukan oleh warga Dongi-dongi diduga telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Kalamba yang ditemukan oleh warga Dongi-dongi diduga telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

RADAR PALU- Masyarakat Dongi-Dongi kembali dihebohkan dengan temuan sebuah kalamba yang memiliki ukiran menyerupai wajah manusia. Namun, belum lama setelah informasi penemuan tersebut beredar luas, batu peninggalan budaya itu diduga telah dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Peristiwa ini memicu reaksi dari berbagai kalangan, terutama para pemerhati seni dan budaya di Sulawesi Tengah.

 

Informasi mengenai temuan kalamba tersebut pertama kali dipublikasikan pada 3 Maret. Akan tetapi, sehari setelahnya, atau sekitar 4 Maret, muncul laporan bahwa benda yang diduga memiliki nilai sejarah itu telah dihancurkan.

 

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai siapa pihak yang bertanggung jawab atas perusakan tersebut.

 

 

Ketua Umum Komunitas Seniman Tampo Lore (KSTL) Sulawesi Tengah, Yonathan Tokii, menyayangkan kejadian tersebut. Ia menilai tindakan perusakan terhadap benda yang diduga berkaitan dengan warisan budaya merupakan hal yang tidak dapat dibenarkan dan harus segera ditindaklanjuti.

 

“Informasi yang saya terima, batu itu dipublikasikan pada 3 Maret. Namun kemungkinan pada tanggal 4 sudah dihancurkan. Sebagai penggiat seni dan budaya saya sangat menyayangkan kejadian ini,” ujar Yonathan Tokii, Kamis (5/3).

 

Ia juga meminta lembaga adat setempat, khususnya Lembaga Adat Pekurehua Napu, Kabupaten Poso,, untuk segera menelusuri dan mencari pihak yang diduga terlibat dalam perusakan tersebut.

 

Menurutnya, jika pelaku berhasil ditemukan, maka proses penanganannya perlu dilakukan sesuai dengan ketentuan adat yang berlaku di wilayah Tampo Lore.

 

“Saya berharap lembaga adat Pekurehua dapat segera mencari tahu siapa pelakunya. Jika ditemukan, sebaiknya dikenakan sanksi adat sesuai peradaban dan aturan yang berlaku di Tampo Lore,” tegasnya.

 

Yonathan juga menyebutkan bahwa laporan mengenai kejadian tersebut telah sampai ke Dinas Kebudayaan.

 

 

Ia mengaku menerima informasi tersebut melalui media sosial sebelum akhirnya menghubungi pihak yang pertama kali mempublikasikan temuan kalamba tersebut.

 

“Laporan ini sudah masuk dan bahkan saya sudah melihat tangkapan layarnya. Informasinya juga sudah sampai ke Dinas Kebudayaan,” katanya.

Editor : Wahono.
#megalit #konservasi #Dongi Dongi Sigi #kawasan