RADAR PALU – Momentum Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang tahun ini beriringan dengan Ramadan diisi umat Hindu dengan aksi sosial berskala nasional. Ribuan paket makanan dan sembako dibagikan kepada masyarakat melalui kegiatan Saka Bhoga Sevanam Nasional.
Kegiatan dipusatkan di Wantilan Pura Aditya Jaya Rawamangun, Jakarta Timur, dan dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Secara total, aksi sosial tersebut mendistribusikan 17.865 nasi kotak, 15.000 paket takjil, serta 5.000 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama, I Nengah Duija, mengatakan beriringannya dua momentum spiritual ini menjadi ruang memperkuat kepedulian lintas umat.
“Kewajiban agama dalam memelihara setiap bagian tubuh adalah wujud nyata pengamalan dalam beragama. Peduli dengan sesama melalui kegiatan ini adalah bagian dari pengamalan agama Hindu,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).
Ia menegaskan, perayaan Nyepi tidak hanya dimaknai melalui ritual keagamaan, tetapi juga diwujudkan dalam aksi kemanusiaan yang menyentuh masyarakat luas.
“Terima kasih kepada Panitia Nasional Perayaan Nyepi yang telah melahirkan inisiatif luar biasa dalam membangun kepedulian terhadap sesama dan alam semesta melalui gerakan sosial berskala nasional ini,” katanya.
Menurutnya, pertemuan momentum Nyepi dan Ramadan tahun ini memiliki makna spiritual yang mendalam dalam memperkuat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama.
“Refleksi yang diberikan Tuhan di mana Hari Nyepi bertepatan dengan momentum Ramadan dan mendekati Idulfitri, semoga menjadi momentum dalam kebersamaan, toleransi, serta moderasi beragama,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI yang membuka acara secara resmi, jajaran pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, serta Panitia Nasional Perayaan Nyepi.
Aksi sosial ini menjadi simbol harmoni di tengah keberagaman, sekaligus memperlihatkan semangat gotong royong lintas umat dalam momentum keagamaan yang beriringan.***
Editor : Muhammad Awaludin