Produksi beras yang melimpah diyakini mampu menahan gejolak harga di pasaran.
Pemerintah daerah memastikan ketersediaan beras dalam kondisi aman, terutama karena dua sentra pertanian utama tengah memasuki masa panen.
Baca Juga: Pegadaian Sosialisasi Produk Emas di Dinas Pangan Sulteng, ASN Didorong Melek Investasi
Kondisi ini dinilai strategis untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan hingga Idul Fitri.
“Insya Allah stok pangan seperti beras di Kabupaten Sigi saya bisa jamin aman, khususnya untuk beras karena Kecamatan Tanambulava dan Gumbasa bulan ini memasuki masa panen raya mencapai 2 ribu hektare,” ujar Rizal pada Radar Palu Jawa Pos, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, produktivitas lahan di wilayah Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Tanambulava diperkirakan menghasilkan sekitar 10 ribu ton beras. Jumlah tersebut dinilai cukup untuk menjamin kebutuhan masyarakat selama periode hari besar keagamaan.
Baca Juga: Laporan Warga Berbuah Cepat, Dua Terduga Pengedar Sabu Diciduk Polisi di Simpong
“Tentunya dengan angka 10 ribu ton beras itu bisa menjamin stok pangan di Sigi terpenuhi dan aman,” tegasnya.
Pemkab juga mengambil langkah pengendalian distribusi dengan memprioritaskan pemenuhan kebutuhan lokal sebelum beras dipasarkan keluar daerah, termasuk ke Kota Palu dan wilayah sekitar.
“Nantinya hasil panen itu kami tahan terlebih dahulu untuk keperluan dalam daerah. Jadi kita penuhi dulu kebutuhan di Kabupaten Sigi, selanjutnya baru dilepas untuk wilayah Kota Palu dan sekitarnya agar tidak terjadi inflasi,” jelasnya.
Baca Juga: Harga LPG 3 Kg di Morowali Disorot, Pemprov Siapkan Sidak
Selain menjaga pasokan, pemerintah daerah memperkuat pengawasan harga melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar murah yang dipantau rutin oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Intensitas kegiatan tersebut direncanakan meningkat selama Ramadhan.
Berdasarkan data terbaru di wilayah Sulawesi Tengah, harga komoditas menjelang Ramadhan relatif stabil, dengan beras medium Rp13.500 per kilogram hingga daging sapi Rp130 ribu per kilogram. Pemerintah berharap kombinasi panen raya dan intervensi pasar mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan inflasi. (*)
Editor : Agung Sumandjaya