RADAR PALU - Rasa lemas saat puasa kerap bikin orang memilih rebahan seharian.
Padahal, terlalu sedikit bergerak justru tidak baik untuk tubuh selama Ramadan.
Hal itu diingatkan dr. Fenny Seliestyawaty saat ditemui di UPTD Puskesmas Singgani, Selasa (10/2/2026).
“Tetap harus bergerak. Puasa bukan berarti kita baring-baring terus. Tetap harus beraktivitas,” ujarnya.
Menurutnya, aktivitas fisik tetap diperlukan, meski dengan intensitas ringan. Waktu yang disarankan untuk berolahraga adalah menjelang berbuka puasa atau sebelum waktu sahur.
“Aktivitasnya yang ringan saja, jangan terlalu berat. Kalau bisa menjelang buka puasa di sore hari,” katanya.
Jenisnya pun tidak perlu rumit. Cukup berjalan kaki.
Jika cuaca terlalu panas, masyarakat bisa berjalan di dalam rumah. Ia menekankan setiap orang perlu menyesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.
Selain soal gerak, dr. Fenny juga mengingatkan pentingnya menjaga pola makan saat sahur dan berbuka.
Air putih tetap jadi prioritas, disertai sayur, buah, dan protein agar energi lebih stabil sepanjang hari.
Ia juga menyoroti kebiasaan sebagian anak kos yang memilih menu instan saat sahur.
“Anak kos jangan makan mie terus. Jangan sahur dengan mie. Masih banyak makanan simpel yang bisa dibuat dan lebih sehat,” pesannya.
Menurutnya, puasa yang sehat bukan hanya soal menahan lapar, tapi juga menjaga tubuh tetap aktif dan asupan tetap seimbang.***
Editor : Muhammad Awaludin