RADAR PALU - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memberikan kepercayaan strategis kepada Muhammad Safri dengan mengangkatnya sebagai Sekretaris DPW PKB Sulawesi Tengah periode 2026–2031.
Selain itu, Safri juga ditetapkan sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Sulawesi Tengah.
Keputusan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas desakan Pergantian Antar Waktu (PAW) yang sebelumnya mencuat dari sejumlah pihak, termasuk massa aksi masyarakat tambang Poboya, yang menuntut pencopotan Safri dari kursi DPRD Sulteng.
Desakan PAW diketahui muncul menyusul sikap tegas Safri saat menjabat sebagai Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng yang vokal menyoroti dan memerangi praktik Pertambangan Tanpa Izin (PETI), khususnya di kawasan Poboya.
Namun, di tengah tekanan tersebut, DPP PKB menilai Safri tetap menunjukkan integritas dan konsistensi sebagai kader partai.
Sebagai legislator asal Daerah Pemilihan Morowali dan Morowali Utara, Safri dinilai sejalan dengan garis perjuangan PKB yang menitikberatkan pada pembelaan kaum lemah, penguatan nilai Islam Ahlusunnah Waljamaah, serta politik kebangsaan.
PKB juga dikenal mengusung demokrasi inklusif, keadilan sosial, pelestarian lingkungan melalui politik hijau, serta keberpihakan kepada rakyat kecil, santri, dan warga Nahdliyin.
Menanggapi amanah tersebut, Safri menyebut kepercayaan dari partai sebagai tanggung jawab moral yang besar. Ia menegaskan bahwa latar belakangnya sebagai anak nelayan menjadi pengingat untuk terus konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
“Ini adalah tanggung jawab besar. Sebagai anak nelayan, saya hanya bisa berikhtiar dan terus berusaha memegang teguh prinsip perjuangan demi kepentingan rakyat, sebagaimana yang telah kami buktikan selama dua periode di DPRD Morowali Utara,” ujar Safri.
Terkait polemik desakan PAW, Safri mengaku tidak mengetahui secara detail pertimbangan internal DPP PKB. Namun, ia menghormati keputusan tersebut sebagai bentuk kepercayaan atas rekam jejak dan kinerjanya selama ini.
“Mungkin DPP punya pandangan berbeda dalam melihat track record saya. Jadi, bagi pihak-pihak yang selama ini mendesak agar saya di-PAW, mungkin ini adalah jawabannya,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Safri menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa terganggu oleh sikap kritisnya. Ia menegaskan bahwa sikap tegas dan lantang yang diambilnya merupakan bagian dari mandat politik sebagai wakil rakyat.
“Saya meminta maaf jika ada tindakan atau ucapan yang keras dan mengganggu pihak tertentu. Apa yang saya suarakan semata-mata adalah bentuk tanggung jawab moral untuk membela kepentingan orang banyak, bukan kepentingan pribadi atau kelompok,” pungkasnya. ***
Editor : Talib