Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Menginap di Tepi Sungai Donggala, Cara Warga Palu Menemukan Tenang

Muhammad Awaludin • Sabtu, 24 Januari 2026 | 12:14 WIB
Suasana di Raqa River Camp, Donggala, menemani malam sunyi dan menikmati  pagi di tepi sungai.
Suasana di Raqa River Camp, Donggala, menemani malam sunyi dan menikmati pagi di tepi sungai.

RADAR PALU - Malam di Raqa River Camp terasa berjalan lebih pelan. Lampu-lampu kecil dari tenda memantul di permukaan sungai yang mengalir tenang. Udara dingin turun perlahan, menyusup di sela pepohonan, membawa aroma tanah basah dan daun hutan.

Tak ada suara kendaraan. Tak ada notifikasi ponsel yang mengganggu. Yang terdengar hanya gemericik air sungai dan sesekali percakapan lirih dari balik tenda. 

 

 

 

Beginilah suasana yang dicari sebagian warga Palu saat akhir pekan tiba.

Beberapa ibu-ibu asal Kota Palu memilih menghabiskan Jumat malam dengan camping sederhana di Raqa River Camp, Desa Bale, Kabupaten Donggala. Jaraknya tak jauh—sekitar 15 kilometer dari Palu, bisa ditempuh 20 hingga 25 menit perjalanan. Tapi suasananya terasa seperti dunia lain. 

Raqa River Camp tidak menawarkan kemewahan ala hotel. Justru kesederhanaannya menjadi daya tarik utama. Tenda-tenda berdiri rapi di atas dek kayu, menghadap langsung ke sungai yang jernih. Di beberapa titik, meja kecil diletakkan di tengah aliran air dangkal—cukup untuk duduk, merendam kaki, dan membiarkan pikiran hanyut bersama arus.

Saat malam semakin larut, udara kian dingin. Lampu tenda menyala temaram, menciptakan suasana hangat di tengah sunyi. Banyak pengunjung memilih mengakhiri hari lebih cepat, tidur ditemani suara alam yang konsisten dan menenangkan. 

 

Pagi datang tanpa alarm.

Kicauan burung menjadi penanda hari baru. Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan. Dari jembatan bambu kecil yang membelah area camp, sungai tampak bening, memantulkan cahaya pagi yang lembut. 

Baca Juga: Dekat dari Palu! Tempat Healing Ini Ramai Didatangi Sabtu Malam

Aktivitas pagi pun dimulai dengan cara paling sederhana: memasak bersama.

Kompor portable dinyalakan di depan tenda. Wajan dipanaskan perlahan. Pisang digoreng hingga keemasan, sementara nasi diaduk pelan menjadi nasi goreng. Tak ada yang tergesa. Tak ada jadwal yang harus dikejar.

“Suasana pagi yang indah sambil membuat nasi goreng dan goreng pisang, asyiknya,” ujar Ardiana, sambil tersenyum merekam momen kebersamaan itu.

Bagi mereka, momen seperti inilah yang sulit ditemukan di kota. Bukan soal tempat mewah atau fasilitas lengkap, melainkan rasa tenang yang muncul saat tubuh dan pikiran benar-benar diberi jeda.

Raqa River Camp kini menjadi salah satu pilihan favorit warga Palu untuk healing singkat. Cukup satu malam, tanpa cuti panjang, tanpa rencana rumit. Datang saat lelah, pulang dengan perasaan lebih ringan.

Di tepi sungai ini, waktu seolah berhenti sejenak.
Dan mungkin, itulah arti liburan yang sesungguhnya.***

Editor : Muhammad Awaludin
#river cam #wisata alam palu #Raqa River Camp #wisata donggala #camping palu #healing sulteng