RADAR PALU – Menjelang berakhirnya tahun anggaran 2025, Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid bersiap melakukan rotasi besar-besaran di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng. Pergeseran jabatan tersebut disebut menyasar pejabat eselon II, III, hingga IV dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kepada Radar Palu Jawa Pos Group, Gubernur Anwar Hafid mengonfirmasi rencana tersebut melalui pesan singkat. Rotasi itu disebut menjadi bagian dari penyegaran birokrasi setelah ia hampir setahun menjabat sebagai Gubernur Sulteng.
“Direncanakan akhir tahun atau di akhir batas tahun anggaran,” ujar Anwar Hafid, Sabtu (27/12/2025).
Meski demikian, tidak semua jabatan akan tersentuh arus rotasi. Beberapa posisi dipastikan tetap dipertahankan berdasarkan evaluasi kinerja.
“Ada yang dirotasi, ada yang tetap,” singkatnya.
Saat disinggung kemungkinan adanya pejabat dari kabupaten atau kota yang bakal mengisi jabatan strategis di Pemprov Sulteng, Anwar Hafid tidak menampik. Ia memastikan proses rotasi berlandaskan hasil job fit atau uji kesesuaian jabatan.
“Sesuai hasil job fit akan ada pejabat dari kota atau kabupaten Sulteng yang akan mengisi jabatan di Pemprov Sulteng,” tegasnya.
Hingga kini, Gubernur belum membeberkan tanggal pasti pelaksanaan pelantikan. Namun, informasi yang dihimpun Radar Palu Jawa Pos Group menyebut, agenda rotasi ditargetkan berlangsung pada 29 atau 31 Desember 2025. Pelantikan itu disebut dilakukan setelah penyerahan SK Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Di balik agenda penyegaran jabatan ini, kabar miring turut berhembus. Sejumlah pejabat yang dinilai kurang sejalan, bahkan kerap berseberangan dengan implementasi 9 Program BERANI program prioritas Gubernur Anwar Hafid dan Wakil Gubernur Reny Lamadjido disebut-sebut masuk dalam radar reshuffle.
Meski belum dapat dipastikan, isu ini semakin menguat seiring momentum evaluasi kinerja menjelang pergantian tahun dan penataan ulang struktur organisasi.
Rotasi kali ini menjadi ujian pertama sang Gubernur dalam merapikan barisan birokrasi serta memastikan program unggulan pemerintah provinsi berjalan efektif dan konsisten.
Pelantikan tinggal menunggu waktu. Publik kini menanti siapa yang tetap, siapa yang bergeser, dan siapa yang harus meninggalkan kursi jabatan. (ron)
Editor : Rony Sandhi