Organisasi Pecinta Alam Dolo (PALADO) melaksanakan aksi penggalangan donasi sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan bagi para penyintas bencana alam di Sumatra dan Aceh.
Penggalangan dana dilakukan beberapa waktu yang lalu ini, dilakukan di sejumlah titik ruas jalan di sekitar Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Dilakukan secara terbuka dengan menyasar pengguna jalan dan masyarakat yang melintas.
Aksi kemanusiaan ini di pimpin oleh Muhammad Lutfi angkatan ke-3 sebagai Koordinator Lapangan (Korlap) melibatkan anggota muda yang baru saja menyelesaikan pendidikan dasar (Diksar) dan tentu saja di damping oleh senior dan pengurus lainnya.
Koordinator Lapangan PALADO, Mohammad Lutfi, SH, menyampaikan bahwa kegiatan ini di publikasikan ke media tidak bermaksud untuk pamer namun ini merupakan bentuk pertanggungjawaban dan transparansi kepada publik.
“Publikasi ini kami sampaikan sebagai wujud pertanggungjawaban kami kepada masyarakat Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan sekitarnya yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk menyalurkan donasi dan kepeduliannya bagi masyarakat di Sumatra dan Aceh yang sedang dilanda bencana alam,” ujarnya dalam rilis tertulis yang diterima oleh Radar Palu pada Minggu (21/12/2025).
Donasi yang terkumpul selanjutnya disalurkan melalui Rumah Zakat yang berada di Bandung. Sebagai bentuk akuntabilitas, Organisasi PALADO menerima sertifikat penyaluran donasi dan bantuan tersebut akan disalurkan langsung kepada para penyintas bencana di wilayah Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh.
Dalam pelaksanaan penggalangan donasi, Korlap yang biasa di panggil Upi, melalui orasinya menggugah para pengguna jalan dengan mengingatkan pengalaman kolektif masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya Kota Palu, Kabupaten Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, yang pernah mengalami bencana besar gempa, tsunami dan likuifkasi pada 28 September 2018.
Bencana alam yang terjadi telah menyebabkan kerusakan infrastruktur serta berdampak langsung pada kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu proses pemulihan. Korlap juga menekankan bahwa kebangkitan daerah ini tidak lepas dari bantuan, kepedulian, dan solidaritas masyarakat Indonesia, tidak terkecuali dari masayarakat Sumatra Utara, Sumatra Utara dan Aceh.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan wujud solidaritas dan tanggung jawab sosial terhadap saudara-saudara yang terdampak bencana. “Bencana alam yang terjadi di Sumatra dan Aceh adalah duka kita bersama, kita semua pernah mengalami hal yang sama. Melalui penggalangan donasi ini, kami ingin mengajak masyarakat Kabupaten Sigi, Kota Palu dan sekitarnya untuk bergotong royong membantu saudara-saudara kita yang terdampak, meskipun dari daerah yang jauh kiming ingin hadir dan berbagi dengan bantuan sekecil apapun kami yakin ini akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita di Sumatra dan Acah”, ujarnya Upi.
Ditempat yang sama Ketua Organisasi Pecinta Alam (PALADO) Ramadhan menyampaikan bahwa penggalangan donasi ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan tanggung jawab kemanusiaan terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah, aksi ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya solidaritas dan kepedulian lintas daerah dalam menghadapi situasi bencana.
“Kami percaya bahwa kekuatan kebersamaan dan solidaritas masyarakat dapat meringankan beban para korban serta mempercepat proses pemulihan,” ujarnya.
Sebagai informasi, Organisasi Pecinta Alam Dolo (PALADO) merupakan organisasi yang berdiri sejak tahun 1997dan berkedudukan diDesa Kotapulu, Kec. Dolo, Kabupaten Sigi.Organisasi ini aktif melakukan pendidikan dasar pecinta alam, penjelajahan hutan dan gunung, pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon dan aksi pembersihan lingkungan dari sampah, serta mengikuti berbagai kegiatan dan kompetisi kepecintaalaman.
Selain itu, Pecinta Alam Dolo juga dikenal aktif melakukan aksi respons cepat (emergency response)dan kegiatan sosial-kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana di wilayah Sulawesi Tengah, sehingga aksi penggalangan donasi ini merupakan bagian dari komitmen sosial kemanusiaan PALADO yang berkelanjutan.(*/uq)
Editor : Nur Soima Ulfa