Ahmad Ali yang juga mantan Wakil Ketua Umum Partai NasDem menilai Mori Hanafi tidak memahami mekanisme kerja pemerintah dalam menjalankan proyek strategis nasional. Ia meminta legislator NasDem itu lebih banyak belajar sebelum melontarkan tuduhan kepada presiden sebelumnya.
“Harus banyak belajar lagi anggota DPR-nya itu. Yah,” ujarnya Ahmad Ali disela-sela Rakorwil DPD PSI Sulteng di Kota Palu, Rabu (19/11/2025).
Baca Juga: Reses Takwin di Lumbulama. Takwin; Salah Perhitungan Auto Pindah Alam
Ahmad Ali mengingatkan bahwa NasDem pernah menjadi pendukung utama pemerintahan Joko Widodo. Ia heran ketika kader partai itu kini justru menyerang mantan presiden yang pernah mereka dukung.
“Waktu itu NasDem masuk dalam bagian dukungan politik dan masuk dalam pemerintahan Jokowi. Kemudian kenapa menyebut rezim Jokowi Jahat,” katanya.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menjelaskan bahwa pembangunan irigasi merupakan proyek lintas-sektor yang melibatkan banyak lembaga, termasuk DPR sendiri.
Menurutnya, tidak tepat jika tidak berfungsinya bendungan langsung mengaitkan bahwa itu kesalahan presiden sebelumnya. “Masa presiden yang harus mengurus bendungan sampai memikirkan jaringan irigasinya? Itu kan ada stakeholder, ada Kementerian PU. Masa presiden harus membayar ganti rugi tanah? Yah, memang harus belajar lagi,” tegasnnya.
Sebelumnya, Mori Hanafi menyebut rezim Jokowi jahat karena dianggap lebih mementingkan pembangunan fisik tanpa memperhatikan efektivitas hasilnya. Kritik itu disampaikan saat Rapat Kerja bersama Menteri Pekerjaan Umum di Gedung DPR-RI di Jakarta, Senin (17/11/2025).
Dalam forum itu, Mori menilai pemerintah sebelumnya terburu-buru mengeksekusi proyek irigasi di NTB sehingga fasilitas tersebut kini tidak dapat beroperasi sebagaimana mestinya.(ron)
Editor : Rony Sandhi