RADAR PALU - Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep tampil penuh percaya diri saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) PSI Sulawesi Tengah, Minggu. Di hadapan para kader, Kaesang menegaskan bahwa Sulawesi Tengah adalah salah satu kunci kemenangan PSI pada Pemilu 2029.
Kaesang menilai peluang PSI di Sulteng semakin terbuka setelah bergabungnya Ahmad Ali, tokoh politik berpengaruh yang sebelumnya pernah mengantar partainya memenangkan kontestasi di wilayah tersebut.
"Saya yakin PSI akan menang di Sulawesi Tengah, seperti ketika Ahmad Ali pernah memenangkan Sulawesi Tengah di partainya sebelumnya," ujar Kaesang disambut riuh kader.
Baca Juga: Trauma Pascagempa, HIMPSI Turun Bantu Siswa dan Guru di 31 Sekolah Poso
Putra bungsu Presiden Jokowi itu juga menegaskan bahwa kemenangan PSI tak hanya ditargetkan di ranah lokal—senayan pun harus menjadi milik PSI pada 2029. Kaesang mengatakan seluruh potensi harus dikerahkan, termasuk simbolisnya “isi tas”—istilah yang ia pakai untuk menegaskan pentingnya dukungan logistik dan komitmen total kader.
"Masa berpartai tidak ada isi tas? Mana bisa. Di PSI, khususnya Sulteng, bukan hanya isi tas, tapi semua potensi akan dikerahkan untuk memenangkan PSI di 2029," tegasnya.
Ketua DPD PSI Sulteng, Agus Lamakarate, melaporkan bahwa 170 DPC PSI telah terbentuk dan siap bergerak. Menurutnya, dengan energi anak-anak muda dan semangat solidaritas, PSI optimistis bisa mencuri perhatian dan kepercayaan publik pada 2029.
Baca Juga: Sambut Kaesang dengan Harapan Baru untuk Politik Anak Muda di Sulawesi Tengah
Sementara itu, Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali mempertegas strategi partai. Baginya, Sulawesi terutama Sulawesi Tengah akan dijadikan basis utama kemenangan besar PSI.
"Ini bukan hayalan. Di partai sebelumnya, saya pernah membawa kemenangan di Sulawesi Tengah. Kita tahu cara memenangkan Sulteng," ucapnya.
Ia menekankan bahwa kemenangan PSI adalah harga mati. "Apa pun alasannya, kemenangan untuk PSI harus direbut."
Baca Juga: Sambut Kaesang dengan Harapan Baru untuk Politik Anak Muda di Sulawesi Tengah
Ahmad Ali juga menyinggung figur Joko Widodo, yang kini menjadi patron politik PSI. Ia menyebut Jokowi sebagai simbol pemimpin dari rakyat bawah yang berhasil membuktikan diri selama dua periode, berbeda dengan tokoh-tokoh partai lain yang berasal dari elite atau dinasti politik.
"Bagi anak PSI, ini adalah rumah anak muda. PSI memberi kesempatan bagi anak muda untuk menjadi pemimpin," tutupnya.
Dengan komposisi tokoh nasional, energi anak muda, dan strategi yang diklaim “sudah terbukti”, PSI tampak semakin serius menancapkan bendera politiknya di Sulawesi Tengah menjelang Pemilu 2029.(ron)
Editor : Rony Sandhi