Dia adalah Nova, seorang ibu rumah tangga yang kala itu melakukan pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan IDI Provinsi Sulteng, di Pos Kesdes Uwentumbu pada Minggu pagi (09/11/2025).
Nova berkempatan Curhat karena sebelum dilakukan pemeriksaan gratis, panitia pelaksana membuat sesi dialog bersama dr Reny A Lamadjido. Pada momen itulah, Nova memberanikan diri untuk berbicara. Adapun yang menjadi permintaanya perihal perbaikan akses jalan ke Uwentumbu.
“Yang kedua bu, ini masalah supaya ada petugas di Polindes yang siap siaga. Dan bagaimana ada petugas mau tinggal di sini (Poskesdes, red) kalau listriknya tiada,” ujarnya di hadapan Ketua IDI Provinsi Sulteng itu.
Ditemui usai melakukan pemeriksaan kesehatan, Nova mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan ini. Menurutnya ini sangat membantu bagi masyarakat khususnya yang ada di Uwentumbu ini.
“Nanti ini lagi rame. Dan kami sangat bersyukur Ibu Wakil Gubernur bisa turun langsung dan melihat kondisi kami disini. Kegiatan ini sangat membantu sekali,” pungkasnya.
Dalam kesempatan itu juga, dr Reny A Lamadjido langsung merespon permintaan dari warga. Utamanya untuk pengadaan listrik di Poskesdes Uwentumbu.
“Insha Allah ku urusi ruru (saya urusi dulu). Kemudian untuk listrik Insha Allah. Dan untuk jalan, Pak Gubernur dengan saya itu ada program Berani Lancar, membuat jalan 1.000 kilometer di Sulteng. Hanya saja mau dipastikan dulu kalau jalan disini tidak bersentuhan dengan tanahnya orang apa itu yang biasa bikin lama,” bebernya Reny dalam sesi dialog.
Sementara itu, menanggapi keluhan warga Uwentumbu, Reny mengaku sangat antusias melakukan dialog dengan warga, apalagi kata dia kedatanganya kali ini memang untuk membawa nama IDI Provinsi Sulteng.
“Karena saya adalah seorang dokter sehingga tergerak hati saya untuk salah satunya masyarakat yang ada di Uwentumbu ini. Insha Allah masyarakat lain yang ada di Sulteng kita akan kunjungi seperti ini,” bebernya kepada awak media.
Pantauan media ini, Poskesdes Uwentumbu memiliki bangunan yang cukup layak untuk menunjang pelayanan kesehatan. Namun, fasilitas listrik belum teraliri. Untuk kegiatan pemeriksaan kesehatan saat itu, pihak penyelenggara bahkan harus menarik kabel dan mengambil aliran listrik dari masjid terdekat.
Akses menuju lokasi juga cukup menantang. Hanya kendaraan tertentu yang dapat melintas karena harus menyeberangi tiga sungai, beruntung saat itu debit air sedang kecil. Selain itu, kondisi jalan yang sempit turut menjadi kendala bagi tim pelaksana.(win)
Editor : Nur Soima Ulfa