Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Adeaorta, Rider Cilik Asal Sulteng Siap Berlaga di Ajang Internasional

Agung Sumandjaya • Minggu, 9 November 2025 | 08:50 WIB

Adeaorta Rahman Assyahidd, dengan sejumlah piala yang diraih dari ajang olahraga pushbike. FOTO: IST
Adeaorta Rahman Assyahidd, dengan sejumlah piala yang diraih dari ajang olahraga pushbike. FOTO: IST
RADAR PALU – Satu lagi putra daerah yang akan membawa harum nama Sulawesi Tengah di tingkat Internasional. Dari cabang olahraga pushbike, Adeaorta Rahman Assyahidd (5) yang tengah mematangkan persiapan dengan terus berlatih.

Putra pasangan Bastiawan dan dr Fitriana ini, sudah banyak mengukir prestasi di tingat lokal hingga nasional di cabang olahraga sepeda tanpa pedal. Bastiawan menyampaikan, bahwa ini merupakan ajang kejuaraan Internasional pertama yang akan diikuti sang anak.

“Ini kejuaraan internasional cup, dan penyelenggarannya dari China, nama eventnya Just Run Cup International Runbike Race 2025 pada 15 Desember hingga 16 Desember 2025, yang kebetulan akan diselenggarakan di Indonesia, tepatnya di Serpong, Tanggerang, Banten. Ada sekitar 10 negara asia yang akan ikut ambil bagian event ini,” ucap Bastiawan, di sela-sela membimbing latihan Adeoarta di Halaman Parkir Sriti Convention Hall, akhir pekan kemarin.

Photo
Photo

Tahun 2025 ini, kata Bastiawan, merupakan tahun puncak prestasi dari Adeaorta di tingat lokal dan nasional, sehingga dirinya memberanikan ikutkan Adeaorta dalam ajang internasional. Khusus  tingkat lokal Adeoarta sudah menyabet 6 kali juara 1, dan kerap mendapat juara pula di ajang nasional seperti yang digelar di Makassar, Yogyakarta hingga Jakarta.

Ditanya persiapan yang dilakukan jelang ajang internasional ini, dia mengatakan, setiap hari Adeaorta tetap berlatih, mulai dari endurance atau ketahanan fisik serta teknik manuver dan kecepatan. “Sebetulnya anak-anak ini kami istilahkan sudah bawaan lahir untuk mengendalikan sepeda dan atur kecepatan, juga insting sudah terlatih dengan sendirinya, ini tinggal kami arahkan lagi,” jelas ayah dari Adeaorta.

Ditemui terpisah, siswa Taman Kanak-kanak (TK) Ikatan Dharmawanita (IDHATA) Dinas Pendidikan Provinsi Sulteng ini, mengaku siap mengikuti ajang internasional pertamanya itu. Adeaorta mengatakan, sangat senang menekuni olahraga pushbike. Dia pun menganggap olahraga ini, layaknya bermain dengan teman-temannya. “Sangat senang main pushbike, apalagi kalau menang,” ucap rider cilik ini.

Photo
Photo

Untuk diketahui, pushbike adalah sepeda roda dua tanpa pedal yang dirancang untuk melatih keseimbangan dan koordinasi anak. Anak menggerakkan sepeda dengan cara mendorong menggunakan kaki mereka di tanah, yang membantu mereka belajar menjaga keseimbangan sebelum beralih ke sepeda biasa yang memiliki pedal. Namun, beberapa tahun terakhir pushbike pun menjadi salah satu cabang olahraga. Anak-anak usia 2 – 8 tahun yang dikategorikan sesuai tahun lahir, berlomba menjadi yang tercepat untuk menjadi juara layaknya balap sepeda lainnya. (agg)

 

Editor : Agung Sumandjaya
#Pushbike #sulteng #Balance Bike