RADAR PALU – Kematian seorang warga di Kelurahan Palupi Afif Siraja (52) di dalam rumahnya di Jalan Padat Karya, RT 03/RW 05, Kelurahan Palupi, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, pada Minggu malam (19/10/2025) dipertanyakan keluarga almarhum.
Kuasa hukum Afif Siraja, Natsir Said dalam konfrensi pers di salah warkop di Kota Palu, Rabu sore (29/10/2025) mengatakan pihaknya sampai hari ini terus mengawal kasus kematian dari Almarhum yang ditangani oleh Polda Sulteng.
Mewakili keluarga korban, Natsir Said menegaskan beberapa poin utama yang disampaikan kepada pihak Polda Sulteng.
Pertama, untuk menjawab pertanyaan publik dan rekan korban terkait perkembangan kasus kematian dari Afif Siraja.
Kedua, konferensi pers itu juga sebagai pemberitahuan kepada institusi kepolisian (Polda Sulteng) bahwa kasus ini terus dikawal oleh kuasa hukum, keluarga dan rekan dari Afif Siraja.
Ketiga, timbulnya kecurigaan dari keluarga kepada pihak kepolisian yang selama 10 hari sejak laporan masuk belum mendapatkan keterangan resmi.
selanjutnya, kurangnya keterbukaan informasi dari pihak Polda Sulteng kepada masyarakat umum terkait masalah-masalah yang sedang ditangani.
"Selaku kuasa hukum Afif Siraja, kami meminta kepada Polda Sulteng untuk rutin memberikan pemberitahuan kepada pihak keluarga terkait dengan proses penyelidikan yang sedang berlangsung, agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada publik baik keluarga maupun kerabat dan rekan kerja almarhum," kata Natsir Said.
Nasir juga menyatakan, barang bukti HP yang belum rampung dibongkar penyidik. Untuk itu diharapkan bisa cepat mengungkap kemungkinan bukti-bukti yang sekiranya bisa jadi ruang membuat titik terang dari meninggalnya almarhum Afif Siraja.
Sementara anak almarhum, Nabila mengungkapkan, sebelum ayahnya meninggal sempat menyampaikan dan memperlihatkan ada memar di beberapa bagian tubuhnya, serta rumah yang berantakan. “Semoga pihak Polda secepatnya memberikan hasil otopsi agar bisa diketahui penyebab kematiannya,” ujarnya.
Senada dengan itu keluarga almarhum lainnya, Zainudin Syamsudin menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kematian almarhum ke pihak Polda Sulteng. “Kami keluarga optimis Polda Sulteng bisa mengungkap penyebab kematian almarhum,” katanya.
Zainudin juga mengungkapkan, semasa hidup hubungan almarhum dengan keluarga sangat baik dan tidak pernah ada berselisih paham. “Jadi kalau ada spekulasi atau asumsi-asumsi yang berkembang di luar saya tegaskan itu tidak benar. Tidak pernah ada berselisih dengan keluarga begitupun sebaliknya,” pungkasnya. (ron)
Editor : Rony Sandhi