Berkaitan dengan itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palu, M. Rochmat, saat dikonfirmasi Radar Palu belum lama ini mengatakan bahwa Puskesmas Birobuli merupakan salah satu puskesmas rujukan untuk Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV di Kota Palu.
Karena sering melaksanakan skrining terhadap PMS dan HIV, maka jumlah kasus yang ditemukan pun lebih banyak dibanding puskesmas lainnya.
“Angka 260 itu merupakan jumlah akumulasi kasus sejak tahun 2001, dan sebagian di antaranya merupakan kasus dari luar Kota Palu. Sementara 48 kasus merupakan temuan baru sejak Januari 2025 hasil dari kegiatan skrining,” ujar Rochmat,
Ia juga menjelaskan, kegiatan skrining tersebut diutamakan bagi populasi kunci atau kelompok berisiko tinggi. Dinkes bersama Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Palu serta berbagai pemangku kepentingan terus melaksanakan berbagai program untuk memerangi HIV/AIDS di Kota Palu
Rochmat memaparkan, secara keseluruhan akumulasi kasus HIV di Kota Palu sejak 2001 mencapai 1.884 kasus, dengan 139 kasus baru ditemukan sepanjang tahun 2025.
Baca Juga: BPBD Sulteng : 1.345 Kepala Keluarga Terdampak Banjir di Tolitoli
Dinkes Kota Palu juga kata dia terus melaksanakan beberapa langkah upaya penanggulangan, seperti rutin melakukan edukasi dan sosialisasi pada populasi rentan, mendeteksi dini/VCT dengan menemukan sedini mungkin akan lebih cepat penangan dan untuk mengurangi penularan.
“Juga melakukan pengobatan atau PDP karena selain untuk menekan virus pengobatan juga mencegah penularan melalui hub sexsual dan Prep/ profilaksis pra pajanan atau obat pencegahan HIV pada populasi beresiko,” bebernya.
Rochmat menegaskan, komitmen Pemerintah Kota Palu bersama seluruh pihak terkait akan terus diperkuat untuk menekan angka penularan HIV di masyarakat, serta memastikan layanan kesehatan tetap mudah diakses oleh semua lapisan warga. (win)
Editor : Rony Sandhi