RADAR PALU - Menghadapi tantangan disrupsi digital dan perubahan perilaku pembaca, Serikat Perusahaan Pers (SPS) menegaskan komitmen untuk memperkuat ekosistem industri pers nasional dalam Rapat Kerja Nasional (Rakersnis) 2025 yang digelar di Banda Aceh pada 21–22 Oktober.
Rakernas ini menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, termasuk penguatan kedaulatan informasi, keadilan ekonomi media, serta peningkatan literasi publik.
“Ini adalah langkah konkret untuk menjawab tantangan zaman sekaligus membangun masa depan jurnalisme yang independen, profesional, dan berpihak pada kepentingan publik,” ujar Pimpinan Sidang Rakernas SPS 2025, Suhendro Boroma.
Salah satu poin utama hasil Rakernas adalah dukungan penuh terhadap pembentukan Dana Jurnalisme Indonesia, sebagai bentuk pendanaan publik untuk memperkuat kualitas jurnalisme nasional. SPS meminta Dewan Pers agar menyusun tata kelola dana secara transparan, akuntabel, dan melibatkan organisasi media.
“Dana Jurnalisme adalah investasi strategis untuk menjamin hak masyarakat atas informasi yang benar dan bermartabat,” tegas Suhendro.
Salah satu poin utama hasil Rakernas adalah dukungan penuh terhadap pembentukan Dana Jurnalisme Indonesia, sebagai bentuk pendanaan publik untuk memperkuat kualitas jurnalisme nasional. SPS meminta Dewan Pers agar menyusun tata kelola dana secara transparan, akuntabel, dan melibatkan organisasi media.
“Dana Jurnalisme adalah investasi strategis untuk menjamin hak masyarakat atas informasi yang benar dan bermartabat,” tegas Suhendro.
SPS juga menyerukan agar pemerintah menghapus PPN untuk produk media cetak, serta menata ulang belanja iklan negara agar distribusinya adil antara media nasional dan lokal, bukan hanya pada platform digital global. Langkah ini dinilai penting untuk menyelamatkan industri media, terutama media daerah dan komunitas.
Selain itu, SPS mendorong adanya insentif fiskal dan akses teknologi guna mempercepat transformasi digital media, termasuk pengembangan model bisnis adaptif dan beretika.
Dalam upaya membangun generasi pembaca muda yang cerdas dan kritis, SPS menetapkan literasi media sebagai agenda strategis nasional. Program “Muda Melek Media” akan dikembangkan melalui kerja sama dengan sekolah, perguruan tinggi, organisasi pemuda, dan komunitas literasi.
“Generasi muda harus dibekali pemahaman mendalam terhadap media agar tak mudah terjebak disinformasi,” kata Syamsudin Hadi Sutarto, Wakil Ketua Umum SPS Pusat yang juga menjadi Sekretaris Sidang Rakernas.
Sebagai penegasan komitmen, hasil rekomendasi Rakernas akan dideklarasikan di Titik Nol Kilometer Indonesia, Sabang, pada 23 Oktober 2025. Deklarasi ini menjadi simbol awal baru perjuangan SPS dalam memperkuat peran media sebagai penjaga demokrasi dan pilar pembangunan bangsa.(**)
Editor : Rony Sandhi