RADAR PALU – Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Wilayah Sulawesi Tengah menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus pemeriksaan gigi bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sabtu (11/10).
Kegiatan ini diikuti ratusan warga binaan yang tengah menjalani masa hukuman, dan menjadi pemeriksaan gigi pertama yang dilakukan di Lapas tersebut.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulteng yang diwakili Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum, Maulana Luthfiyanto.
Ia menyampaikan rasa syukur atas kepedulian para dokter terhadap warga binaan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk perhatian nyata terhadap kesehatan warga binaan, sekaligus mendukung program pemerintah di bidang kesehatan,” ujarnya.
Maulana juga menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan program Berani Sehat yang tengah dijalankan di Sulteng.
Menurutnya, kesehatan bukan hanya hak masyarakat di luar, tetapi juga warga binaan di dalam lembaga pemasyarakatan.
“Sayangnya, dokter gigi di Lapas Perempuan Palu belum ada. Bahkan di seluruh Lapas di Sulteng baru ada dua dokter gigi, yakni di Lapas Kelas IIA Palu dan di Lapas Tolitoli yang masih tahap orientasi,” jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk mengatasi keterbatasan tenaga medis, setiap Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan Lapas diimbau menjalin kerja sama dengan puskesmas dan dokter pemerintah daerah.
“Hal ini menjadi solusi agar pelayanan kesehatan bagi warga binaan tetap optimal,” kata Maulana.
Sementara itu, Kalapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut.
“Kami sangat terbantu dengan adanya PDGI Sulteng. Saat ini klinik kami belum memiliki peralatan dan tenaga dokter gigi, sementara jumlah warga binaan mencapai 241 orang,” ujarnya.
Ketua Pengwil PDGI Sulteng, drg. Emma, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan penyuluhan, pemeriksaan, penambalan sederhana, hingga pencabutan gigi. “Kami memeriksa terlebih dahulu sebelum mengambil tindakan. Jika perlu rujukan, akan kami arahkan,” jelasnya.
Salah satu warga binaan berinisial IP mengaku terbantu dengan kegiatan ini.
“Selama di Lapas, sulit untuk mendapat pemeriksaan gigi kecuali dalam kondisi darurat. Saya bersyukur bisa diperiksa dan mendapat rujukan,” ungkapnya.
Menurutnya, kesehatan gigi sangat penting karena dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk saraf. “Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin dilak ukan,” harapnya.
Editor : Wahono.