RADAR PALU – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sulawesi Tengah bersama Komisi VIII DPR RI menggelar dua kegiatan penting sekaligus, yakni Serap Aspirasi dan Early Warning System (EWS), Jumat (12/9).
Kegiatan ini diikuti sekitar 400 peserta yang berasal dari tokoh agama, lembaga sosial keagamaan, dan mitra kerja Kemenag di Sulteng.
Plt Kakanwil Kemenag Sulteng, H. Muchlis, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antara pihaknya dengan Komisi VIII DPR RI. Menurutnya, kerja sama tersebut telah terjalin erat dalam berbagai bidang.
“Komisi VIII DPR RI dengan Kanwil Kemenag Provinsi Sulawesi Tengah sangat terjalin erat. Setiap tahun kita bertemu dan melaksanakan kegiatan bersama. Ini hanya bagian dari kegiatan Komisi VIII dan Kanwil Kemenag Sulteng berupa Serap Aspirasi dan Early Warning System. Masih ada kegiatan lain terutama di bidang haji dan umrah, juga di bidang pendidikan Islam,” jelas Muchlis.
Ia menambahkan, kegiatan seperti ini sangat membantu pihaknya dalam menjalankan tugas negara di bidang keagamaan. Dua kegiatan seperti Serap aspirasi dan Early Warning System katanya sangat berarti bagi mereka di Sulteng.
Dengan adanya dua program tersebut tugas dari Kemenag Sulteng dalam mengurus agama tentu terbantu karena bisa mengumpulkan tokoh masyarakat dan seluruh elemen.
Baca Juga: Kendala Anggaran, Beberapa Usulan Rabat Jalan dan Perbaikan Drainase Ditunda
“Kalau tidak didukung Komisi VIII DPR RI, tentu sulit. Alhamdulillah, dengan adanya ini kita bisa saling beradaptasi dan berkomunikasi,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Bimas Islam Kanwil Kemenag Sulteng, H. Junaidin, menjelaskan dua kegiatan ini memiliki semangat utama untuk menjaga kerukunan antarumat beragama.
“Yang pertama adalah Early Warning System untuk mencegah dini problem sosial berdimensi agama. Yang kedua, Serap Aspirasi dari para tokoh dan lembaga keagamaan. Kita bersyukur dengan kegiatan ini karena semangatnya adalah semangat kerukunan. Bagaimana kita memiliki visi bersama menciptakan kehidupan yang aman, damai, toleran, dan rukun,” ungkap Junaidin.
Baca Juga: 32 Balita Stunting dan Ibu Hamil Berisiko Diberi Paket Gizi di Tatura Selatan
Lebih lanjut, Junaidin menyebutkan bahwa hasil kegiatan ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi yang nantinya akan ada poin-poin penting yang yang dihasilkan lalu kemudian rekomendasi ini akan diteruskan kepada Komisi VIII DPR RI dan juga Kementerian Agama Pusat.
“Inilah nanti output poin-poin penting yang dihasilkan dari kedua kegiatan ini sebagai kontribusi bersama dari komponen masyarakat tokoh agama dalam menjaga harmoni sosial, kehidupan yang aman dan damai, yang merukun,” tegasnya.
Narasumber dalam kegiatan ini antara lain Anggota Komisi VIII DPR RI Matindas J. Rumambi, Muharram Nurdin, serta Lukman Tahir.
Baca Juga: Harga Beras Turun, Tapi Bulog Tetap Masifkan Penyaluran Beras SPHP
Adapun tujuan kegiatan yakni mengembangkan sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial berbasis agama di Sulteng, sekaligus menyerap aspirasi para tokoh agama terkait isu strategis keumatan dan kebangsaan. (*)
Editor : Taswin