RADAR PALU – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Palu resmi mengundang 10 besar finalis terbaik dalam ajang kompetisi inovasi daerah tahun ini.
Setelah melalui proses seleksi ketat yang melibatkan puluhan peserta dengan beragam ide dan teknologi terapan, akhirnya ditetapkan sepuluh inovasi unggulan yang berhak melaju ke tahap presentasi final.
Salah satu peserta yang berhasil mencuri perhatian dewan juri adalah tim siswi Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Kota Palu. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Bapeda Kota Palu, Sabtu (30/8).
Baca Juga: Banggai Perkenalkan Potensi Daerah di Pasar Nasional dan Global, Memperkuat Tata Kelola Pembangunan
Dalam sesi presentasi, tim ini menampilkan inovasi teknologi berupa sistem sensor kran otomatis yang dirancang untuk mencegah pemborosan air akibat luapan pada ember atau wadah penampungan di kamar mandi asrama.
Produk yang mereka tampilkan bukan hanya sekadar menjawab kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan solusi cerdas bagi efisiensi energi dan konservasi air.
Dengan sistem sensor yang dirancang secara presisi, kran mampu mendeteksi volume air dalam wadah dan otomatis menutup aliran sebelum terjadi luapan.
Baca Juga: Anggota DPRD Palu Alfian Chaniago Apresiasi Tindakan Dinas PRP Kota Palu Menertibkan Papan Reklame
Para juri menilai, ide ini memiliki nilai kebaruan sekaligus potensi pengembangan yang luas di pasar. Selain bermanfaat bagi rumah tangga, teknologi ini juga dapat diaplikasikan di fasilitas umum, sekolah, hingga area industri kecil.
Dalam paparannya, tim MAN IC Kota Palu yang diketuai Aliyah Nayla Rahma dan anggota Nazla Nasyila Aswanto menegaskan komitmen mereka untuk mengembangkan produk ini lebih lanjut ke level produksi massal sehingga dapat menjangkau masyarakat secara luas.
“Ini adalah inovasi yang sederhana namun visioner. Anak-anak muda kita mampu melihat masalah kecil di sekitar dan menjadikannya sebuah solusi teknologi yang aplikatif. Potensi ini tentu patut mendapatkan dukungan untuk terus dikembangkan,” ujar salah satu juri usai sesi presentasi.
Baca Juga: Imbas Kasus Balita Viral, Obat Cacing Albendazole Langka di Apotek Kota Palu
Kesuksesan MAN IC Kota Palu dalam ajang ini tentu tidak lepas dari peran Moh. Sidik, guru sekaligus pembimbing riset yang selama ini mendedikasikan diri bagi kemajuan madrasah, baik di Kota Palu maupun di Sigi-Sulawesi Tengah.
Sejak dini, kata M Sidik, pihaknya konsisten membimbing, mengasah, dan menumbuhkan talenta siswa-siswi dalam bidang riset dan inovasi.
Dengan ketelatenan dan komitmen tanpa lelah, ia telah banyak melahirkan generasi muda berbakat yang siap berkompetisi, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasional.
Baca Juga: Bisa Dapat Potongan Harga Tiket 10 Persen, Cahaya Bone Beri Promo Kemerdekaan
Dedikasi ini menjadikan MAN IC Kota Palu sebagai salah satu pusat unggulan pengembangan talenta riset di Kota Palu.
Kehadiran pembimbing yang visioner sekaligus penuh pengabdian menjadi bukti bahwa keberhasilan siswa tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses panjang pembinaan yang berkesinambungan.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Palu Muh. Akhir Armansyah, S. Sos., M. Si menegaskan bahwa kompetisi inovasi daerah tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang lomba semata, tetapi juga sebagai ruang pembinaan talenta muda agar ide-ide kreatif mereka dapat bermuara pada solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
“Kami ingin ajang ini menjadi inkubator gagasan. Dengan adanya dukungan, kolaborasi, dan jejaring, para finalis dapat melangkah lebih jauh, bukan hanya berhenti di tahap kompetisi, tetapi benar-benar menghadirkan produk yang bisa masuk ke pasar dan memberi dampak sosial maupun ekonomi,” ungkapnya.
Dengan capaian ini, MAN IC Kota Palu tidak hanya membuktikan kualitas akademik dan kreativitas siswanya, tetapi juga menunjukkan peran aktif madrasah sebagai pusat lahirnya inovasi.
Harapannya, keberhasilan mereka akan menjadi inspirasi bagi sekolah lain di Kota Palu untuk terus mendorong budaya riset dan pengembangan teknologi di kalangan generasi muda.
Baca Juga: Ketua FKUB Sulteng Prof Zainal Abidin Ajak Masyarakat untuk Menjaga Kedamaian dan Persatuan Bangsa
Setelah menetapkan 10 besar finalis terbaik, kini kompetisi inovasi daerah yang diselenggarakan BRIDA Kota Palu memasuki tahap penentuan pemenang.
Para finalis akan memperebutkan predikat Juara I, Juara II, Juara III, serta Juara Harapan, yang akan diumumkan pada babak puncak mendatang.
Dengan antusiasme tinggi dari peserta, dedikasi para pembimbing, serta apresiasi mendalam dari para juri, kompetisi tahun ini diyakini akan melahirkan inovasi-inovasi baru yang siap memberi warna bagi pembangunan Kota Palu yang lebih maju, kreatif, dan berdaya saing. (*/win)
Editor : Talib