Instruksi tegas datang langsung dari Gubernur Anwar Hafid agar bantuan darurat segera diterjunkan demi memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulteng, Sitty Hasbia N Zaenong, mengatakan bantuan pertama dikirim dari Gudang Sentra Nipotowe Palu.
Isinya berupa perlengkapan dasar untuk bertahan di posko darurat, antara lain kasur, selimut, paket kebutuhan anak, serta tenda gulung dan tenda serbaguna dengan nilai mencapai Rp202 juta lebih.
“Bantuan ini adalah yang paling dibutuhkan saat warga harusmeninggalkan rumah dan tinggal sementara di pengungsian,” jelas Hasbia.
Tidak berhenti di situ, Pemprov Sulteng juga menyalurkan bantuan pangan yang bersumber dari APBD, mulai dari beras, mi instan, ikan kaleng, hingga minyak goreng.
Seluruhnya diharapkan dapat meringankan beban warga yang kehilangan akses kebutuhan pokok akibat gempa.
Bupati Poso, Verna Inkriwang, menyebut langkah cepat tersebut sangat membantu. Ia mengaku sejak hari pertama bencana, Gubernur Anwar Hafid terus memantau dan memastikan agar bantuan segera tiba.
“Di tengah situasi sulit ini, perhatian pemerintah provinsi benar-benar menjadi penguat bagi masyarakat Poso,” ujar Verna.
Gubernur Anwar Hafid menegaskan, penanganan bencana bukan hanya soal membagi logistik. Lebih dari itu, keselamatan dan pemulihan psikologis masyarakat harus diutamakan. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam membantu korban.
“Kita harus bergerak bersama. Dengan solidaritas dan gotong royong, saya yakin masyarakat Poso bisa bangkit kembali,” kata Anwar. (*/agg)
Editor : Agung Sumandjaya