RADAR PALU – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Salah satu upaya strategis dilakukan melalui rapat koordinasi lintas sektor yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sigi, Dr. Samuel Yansen Pongi, di ruang kerjanya, Rabu (06/08/2025).
Rapat tersebut melibatkan sejumlah perangkat daerah, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta OPD lain yang berkaitan langsung dengan isu perlindungan anak.
Baca Juga: Polres Morowali Menggelar Rapat Operasional Semester I 2025, Strategi Peningkatan Kinerja Kedepan
Agenda ini menjadi bagian dari persiapan menyambut Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025 di tingkat Kabupaten Sigi, namun yang ditekankan bukan hanya soal peringatan, melainkan langkah konkret yang perlu dilakukan bersama.
Dalam arahannya, Wabup Samuel menegaskan bahwa perlindungan anak bukan sekadar urusan satu instansi atau program tahunan yang dirayakan secara seremonial.
Menurutnya, pemenuhan hak anak merupakan kerja kolektif yang memerlukan sinergi kuat dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk komunitas lokal, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta.
“Kita tidak sedang membicarakan seremoni. Kita bicara tentang masa depan anak-anak kita. Mereka butuh ruang aman untuk tumbuh, kesempatan untuk belajar, dan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan. Itu semua hanya bisa terwujud kalau kita bekerja bersama,” tegasnya.
Wabup juga mendorong agar OPD tidak hanya fokus pada kegiatan formal, tetapi memastikan bahwa setiap program yang berkaitan dengan anak memiliki dampak langsung dan terukur.
Ia mencontohkan perlunya pelibatan aktif sekolah dalam kampanye perlindungan anak, peningkatan kapasitas guru sebagai pelindung anak di satuan pendidikan, serta mendorong desa-desa menjadi wilayah yang ramah anak.
Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Sigi, Ma’mun Maragau, menyampaikan bahwa pihaknya akan memperluas jangkauan edukasi publik mengenai hak-hak anak serta membangun jaringan perlindungan hingga ke tingkat akar rumput.
“Kami ingin membangun sistem perlindungan anak yang tidak hanya top-down, tetapi juga tumbuh dari bawah. Peran tokoh masyarakat, tokoh agama, dan orang tua sangat penting. Anak-anak harus merasa aman di rumah, di sekolah, maupun di lingkungan sekitarnya,” ungkap Ma’mun.
Ia juga menyampaikan bahwa beberapa kegiatan yang dirancang dalam momentum HAN tahun ini akan diarahkan pada edukasi, kampanye perlindungan anak berbasis komunitas, serta pemberian ruang ekspresi bagi anak-anak untuk menunjukkan potensi mereka di bidang seni, literasi, dan kreativitas.
Pemkab Sigi pun menargetkan agar pendekatan lintas sektor ini tidak berhenti pada momen HAN semata, melainkan terus dilanjutkan dalam bentuk kebijakan dan program jangka panjang, termasuk penyusunan Rencana Aksi Daerah Perlindungan Anak.
Dengan semangat kolaborasi dan kerja nyata, Pemkab Sigi berharap seluruh pihak bisa memainkan peran aktif dalam memastikan setiap anak di Kabupaten Sigi tumbuh dalam lingkungan yang mendukung mereka menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.(cr1)
Editor : Muchsin Siradjudin