RADAR PALU - Kisruh terkait yayasan Alkhairaat yang sah ikut dikomentari cucu Guru Tua, Sayyid Abdullah bin Idrus al-Habsyi. Dalam pandangannya, siapapun yang tidak sejalan dengan garis organisasi tersebut patut dilengserkan.
"Alkhairaat bukan milik perorangan atau perseroan. Ini adalah organisasi Islam yang didirikan oleh Guru Tua atau al-Habib 'idrus bin Salim al-Jufri demi kebaikan dan kemajuan seluruh masyarakat tanpa pengecualian," ungkap Sayyid Abdullah kepada Radar Palu Jawa Pos Group, Jumat (1/8/2025).
Karena tujuan mulia tersebut, Sayyid Abdullah memandang bahwa tongkat kepemimpinan di Alkhairaat seharusnya diteruskan kepada pribadi yang kompeten dan memahami betul garis sejarah Alkhairaat.
Baca Juga: Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan, Ellen Pelealu Serukan Perkuat Pancasila dan UUD 1945
"Siapapun yang dipilih atau dipercaya meneruskan warisan dan perjuangan Guru Tua seharusnya adalah seorang yang berilmu dan berakhlak mulia. Yang merangkul. Bukan yang memukul. Yang tidak sejalan dengan ini perlu dilengserkan," tegasnya.
Sayyid Abdullah melihat sangat berbahaya jika Alkhairaat terus dipimpin oleh pribadi yang merasa pantas hanya berdasarkan nasab.
"Guru Tua tidak pernah berbicara nasab. Beliau berbicara atas nama kemampuan dan keilmuan seseorang. Kisruh soal akta yayasan belakangan ini tidak lepas dari adanya orang-orang tidak bertanggung jawab dan merusak organisasi," jelasnya.(*/ron)
Editor : Rony Sandhi