Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lewat Program CSR, PT CPM dan Petani Karya Petamba Panen Bawang Merah Berkualitas

Taswin • Minggu, 20 Juli 2025 | 07:05 WIB

PT CPM bersama Kelompok Tani Karya Petamba saat melakukan panen perdana bawang merah di Kelurahan Tanamodindi Kota Palu.
PT CPM bersama Kelompok Tani Karya Petamba saat melakukan panen perdana bawang merah di Kelurahan Tanamodindi Kota Palu.
RADAR PALU - Kelompok Tani Karya Petamba yang berlokasi di Kelurahan Tanamodindi, Kota Palu, menggelar panen perdana bawang merah pada Sabtu (19/7).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang dijalankan oleh PT Citra Palu Minerals (CPM) sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Pada tahap pertama, petani menargetkan hasil panen mencapai 10 ton. Sebab PT CPM memberi bantuan dengan bibit serta pupuk yang berkualitas sehingga para petani meyakini bisa mencapai target tersebut.

Baca Juga: Parigi Lumbung Beras tapi Harga Tembus Rp18 Ribu, Ada Apa?

Kepala Teknik Tambang PT CPM, Yan Adriansyah, kepada awak media menyampaikan bahwa panen ini merupakan tindak lanjut dari penanaman yang dilakukan sekitar 67 hari lalu.

Dia mengungkapkan panen bawang merah di Kelurahan Tanamodindi ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberdayakan masyarakat sekitar tambang.

“Kegiatan ini termasuk dalam program PPM CSR yang sudah kami tetapkan. Ke depan, akan ada evaluasi bersama pemerintah daerah, termasuk Wali Kota Palu, untuk melihat sejauh mana keberhasilan program ini," ungkap Yan.

Baca Juga: Ahmad Ali Siap Pasang Badan Lindungi Hak Masyarakat Talise

Yan juga menambahkan bahwa evaluasi akan difokuskan pada pencapaian target produksi dan kualitas hasil panen. Apabila hasilnya sesuai harapan, maka program ini akan terus dipertahankan bahkan ditingkatkan.

Sementara itu, Officer PPM/CSR PT CPM, Bustam, menjelaskan bahwa program penanaman bawang merah telah berjalan selama lebih dari dua bulan.

Pada tahap awal, PT CPM telah mendistribusikan bantuan berupa pupuk, dolomit, dan 1,5 ton bibit bawang merah kepada kelompok tani.

Baca Juga: Pemilik Kos-Kosan di Tondo Janji Amankan Motor, Tapi Malah Memberi Kabar Motor Korban Hilang

"Tahap kedua kini sedang running ya, dengan distribusi bibit tambahan sebanyak 1,5 ton serta pupuk dilokasi ini juga (Kelurahan Tanamodindi). Dari total area tanam yang mencapai 4 hektare, sebagian hasil panen akan disisihkan untuk bibit," ujar Bustam.

Selama dua bulan masa pendampingan, kata Bustam tim dari PT CPM terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan tanaman.

Saat ini, bawang merah hasil panen sudah mulai dilirik pasar, baik untuk kebutuhan produksi bawang goreng maupun untuk pengembangan bibit pertanian.

Baca Juga: 226 Petani Sawit Sulteng Ikuti Tiga Jenis Pelatihan yang Diadakan AKPY, BPBD dan Ditjenbun. Ini Harapannya ...

Bustam menambahkan bahwa permintaan pasar cukup beragam, dengan spesifikasi tertentu sesuai kebutuhan. Untuk bawang goreng, panen biasanya dilakukan pada usia sekitar 60 hari.

Kelompok Tani Karya Petamba sendiri terdiri dari sekitar 30 anggota yang aktif terlibat dalam program ini.

“Ke depan, PT CPM berharap kerja sama ini dapat terus diperluas dan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat,” pungkasnya.

Baca Juga: Bila Polemik Berlanjut, Unsimar Terancam Ditutup, Thalib Rimi : Kami Terus Melakukan Pembenahan di Unsimar

Sementara itu Ketua Kelompok Tani Karya Petamba, Latif, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PT Citra Palu Minerals (CPM) atas dukungan yang diberikan dalam program budidaya bawang merah melalui Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

Menurut Latif, bantuan berupa bibit unggul dan pupuk dari PT CPM sangat membantu para petani yang sebelumnya hanya mengandalkan tanaman padi. Peralihan ke budidaya bawang merah menurutnya terbukti menghasilkan hasil panen yang menjanjikan.

“Saya, atas nama Ketua Kelompok Tani Karya Petamba, sangat berterima kasih kepada pihak CPM yang telah banyak membantu, khususnya dalam bentuk bantuan bibit bawang. Ini sangat kami harapkan sejak lama, dan baru kali ini benar-benar terealisasi,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Poso Salurkan Bantuan Pangan Murah, Mendukung Ketahanan Pangan dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Latif membeberkan selama proses penanaman hingga panen, tidak ada kendala berarti yang dialami oleh para petani.

“Alhamdulillah tidak ada kendala, bibitnya juga bagus semua. Kami merasa sangat terbantu dengan pendampingan yang diberikan,” tambahnya.

Terkait hasil panen, Latif menyebutkan bahwa panen perdana ini ditaksir mencapai 10 ton. Bawang merah yang dihasilkan juga dinilai memiliki kualitas baik dan sudah mulai diminati oleh sejumlah pedagang.

Baca Juga: Fatayat NU Touna Gelar FGD Pencegahan Perkawinan Anak, Melibatkan Tokoh-tokoh Lintas Agama

“Sudah banyak pedagang yang datang menawar. Harga jual kami patok di Rp30 ribu per kilogram. Ada yang menawar Rp28 ribu, tapi kami tetap bertahan di harga Rp30 ribu, karena kualitas bawangnya bagus,” jelas Latif.

Ia juga menyebutkan bahwa harga pasaran untuk bawang merah sebelumnya sempat mencapai Rp50 ribu per kilogram, namun kini cenderung menurun di angka Rp30 ribu. Meski demikian, para petani tetap optimistis dengan prospek pemasaran bawang merah ke depan.

“Ini baru tahap pertama, nanti akan ada tahap kedua. Harapannya, hasil dan pemasarannya bisa lebih baik lagi,” pungkasnya. (***)

 

Editor : Taswin
#csr #PT CPM #Bawang Merah