Puluhan anak dari kedua kelurahan tersebut dikumpul dan dilakukan sunatan massal di Masjid Jami Alfurqan, Kelurahan Petobo, Sabtu (12/7/2025).
Inisiatif sunatan massal ini sendiri, lahir dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN 112 Kelurahan Petobo dan Tatura Selatan, Dr Minarni Nongtji SPd, MSi.
Dijelaskan Minarni, bahwa dalam membuat Proker, mahasiswa selalu diarahkan untuk membuat program yang memang benar-benar berdampak kepada masyarakat dan meninggalkan kesan kepada masyarakat bila KKN telah usai.
“Apalagi saat ini waktu KKN itu tidak sama seperti dulu yang sampai tiga bulan. Sekarang hanya sebulan, sehingga waktu merealisasikan program ini juga singkat. Maka dari itu saya sarankan untuk membuat sunatan massal ini,” ungkap mantan Kepala Bidang PKPLK Disdik Sulteng ini.
Kegiatan-kegiatan mahasiswa KKN di Petobo dan Tatura Selatan ini, kata dia juga mendapat dukungan dari Wali Kota Palu serta jajaran Pemerintah Kecamatan Palu Selatan melalui Camat Palu Selatan dan juga Lurah Petobo.
Sejumlah program kerja yang dilakuan mahasiswa KKN kata dia, mendapat dukungan tanpa harus melalui izin-izin yang birokratis.
“Pak Camat Palu Selatan saya akui sangat merespon kegiatan mahasiswa KKN, walaupun saya selama ini berkomunikasi hanya melalui handphone beliau tetap menyambut baik, begitu juga pak Lurah Petobo yang memberikan fasilitas rumah sebagai Posko mahasiswa KKN,” terang dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Untad ini.
Sunatan massal yang dilakukan secara gratis, berkat bantuan dari Baznas Sulteng yang memberikan tenaga medisnya lewat rumah sehat dalam kegiatan ini. Total kata dia, ada sekitar 60an lebih anak dari Kelurahan Petobo dan Kelurahan Tatura Selatan yang mengikuti sunatan massal ini.
Dia juga bersyukur, selain dari pemerintah dan Baznas Sulteng, dalam sunatan massal ini, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Palu dan Imam-imam Masjid yang turut membantu 60 alquran untuk anak-anak yang mengikuti sunatan massal.
Tidak hanya sunatan massal, lewat Mahasiswa KKN, juga diberikan penguatan masyarakat Petobo dalam hal UMKM.
“Mahasiswa berikan pelatihan kepada ibu-ibu di Petobo bagaimana membuat makanan yang bisa dijual dan dikonsumsi untuk keluarga, lewat penguatan UMKM. Total pertemuannya 20 jam, ibu-ibu dilatih membuat bakso maupu es buah dan makanan-makanan yang bisa menghasilkan dan menambah pemasukan keluarga,” ucapnya.
Selain itu, mahasiswa KKN 112 di Keluraha Petobo dan Tatura Selatan turut mendukung sejumla program pemerintah setempat, seperti ikut mengajar mengaji dan memperkenalkan cara menanam hidroponik. Adapun mahasiswa KKN 112 Untad di Kelurahan Petobo berjumlah 12 orang dan Tatura Selatan 10 orang.
Sementara itu, Camat Palu Selatan, Goenawan SSTP, memberikan terimakasi dan apresiasi kepada mahasiswa KKN ke 112 di wilayahnya juga kepada DPL, Dr Minarni, Baznas Sulteng dan tokoh masyarakat serta imam masjid Alfurqan sehingga kegiatan sunatan massal ini dapat terlaksana. Dia berharap, program KKN selanjutnya dapat kembali ditempatkan di wilayah Kecamatan Palu Selatan, karena manfaatnya memang nyata dirasakan masyarakat.
“Contohnya lewat sunatan massal ini, sudah sangat membantu masyarakat kami terutama yang di Kelurahan Petobo, dari sisi ekonomi yang sempat terpuruk pascabencana beberapa tahun lalu. Semoga semua yang terlibat dalam kegiatan ini, mahasiswa, dosen semuanya dibalas pahala oleh Allah SWT,” ucap Goenawan.
Senada dengan Camat Palu Selatan, Lurah Petobo, Alfin H Ladjuni SSos juga menyampaikan rasa terimakasihnya.Dia juga memastikan, bahwa anak-anak yang ikut sunatan massal ini, orang tuanya memang dari kalangan ekonomi lemah.
“Sunatan massal yang dilakukan mahasiswa KKN Untad untuk tahun 2025 ini yang pertama. Dan memang kegiatan seperti ini yang masyarakat butuhkan,” tandas Lurah.(agg)
Editor : Agung Sumandjaya