Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BPJN Ajukan Proposal Perbaikan Ruas Jalan Bahodopi ke PT IMIP Senilai Rp 150 Miliar. Ini Penjelasan Kepala Balai Jalan...

Talib • Sabtu, 12 Juli 2025 | 07:45 WIB
Kondisi jalan di kawasan Bahodopi sebelum masuk PT IMIP rusak parah dan membahayakan keselamatan lalu lintas jalan.
Kondisi jalan di kawasan Bahodopi sebelum masuk PT IMIP rusak parah dan membahayakan keselamatan lalu lintas jalan.

RADAR PALU - Jalan Nasional ruas Bahodopi dan Labota, Kabupaten Morowali di beberapa titik mengalami kerusakan parah. Meski sudah ada perbaikan, ruas jalan tersebut terlihat masih terdapat lubang menganga dan tergenang air.

Warga di lokasi menyebut kerusakan jalan ini akibat air yang menggenangi badan jalan ketika musim penghujan tiba sehingga mempercepat kerusakan. Bahkan membahayakan untuk keselamatan lalu lintas.

Hal itu juga diaminkan oleh pihak BPJN Sulteng melalui PPK 4.4 satker PJN wilayah IV, Windu mengatakan penyebab kerusakan jalan tersebut akibat tidak adanya drainase disertai elevasi pemukiman yang lebih tinggi dari jalan. Sehingga jika hujan, ruas jalan tersebut menjadi titik berkumpulnya air.

"Ini kami berkolaborasi dengan Pemda dan PT IMIP untuk penanganan, baik rigid beton maupun pembukaan saluran drainase," kata Windu kepada Radar Palu.

BPJN Sulteng melalui PPK 4.4 akan bekerjasama dengan Pemda Morowali dan PT. IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) melaksanakan penanganan ruas jalan Bahodopi dengan pekerjaan rigid pavement dan pemasangan saluran samping (U-ditch).

"Pada tahun 2025 ini, di kawasan Kecamatan Bahodopi, pada badan jalan rigid beton sudah 775 meter, sedangkan saluran 1090 meter. Bentuk kolaborasinya berupa KSPU (Kerja Sama dengan Pelaku Usaha)," sebut Windu.

Kerjasama ini sejalan dengan Undang - undang nomor 40 tentang 2007 tentang Perseroan Terbatas, PP nomor 47 Tahun 2012 tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan Perseroan Terbatas serta SOP/UPM/DJBM-191 tentang penjelasan SOP Pembangunan jalan dengan skema pembiayaan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan atau CSR ( Corporate Social Responsibility).

Informasi yang didapatkan Radar Palu, BPJN Sulteng telah memasukan proposal untuk perbaikan jalan ruas Bahodopi sebesar Rp 150 miliar ke PT IMIP. Nilai yang tidak sedikit akan diberikan pihak perusahaan.

Hal ini juga dibenarkan oleh Windu. Menurut dia proposal yang diajukan untuk pembangunan badan jalan sepanjang 14,4 Km. Sepanjang Jalan Bahodopi dan Desa Labota jalan Nasional.

Namun permohonan dana perbaikan jalan oleh BPJN Sulteng ini menjadi pertanyaan, sebab, di satu sisi PT IMIP sendiri sudah membayar royalti dan pajak ke negara dengan jumlah yang tidak sedikit. Pada 2023 misalnya, nilainya mencapai Rp 18 triliun.

Kepala BPJN Sulteng Dadi Muradi saat dikonfirmasi terkait besaran nilai pajak ke negara oleh IMIP apakah tidak menjadi pertimbangan BPJN sebelum mengajukan proposal ke IMIP, karena kerusakan ruas jalan Bahodopi juga telah lama terjadi sebelum adanya efisiensi anggaran.

Kendaraan bertonase berat milik perusahaan di Kawasan PT IMIP juga tidak melintas di ruas jalan nasional tersebut karena PT IMIP telah memiliki jalan perusahaan sendiri.

Namun menurut Dadi hal itu boleh-boleh saja dilakukan jika tak menyalahi aturan. "Ya kalau kerjasama memang sudah ada aturannya dan diperbolehkan, tergantung perusahaannya setuju atau tidak, terimakasih," ujarnya kepada Radar Palu.

Untuk membuktikan kawasan PT IMIP memiliki jalan sendiri selama tiga hari Radar Palu bersama teman wartawan malihat langsung dan mengelilingi kawasan tersebut. Semua akses jalan yang digunakan kendaraan bertonase berat di Kasawan PT IMIP terintegrasi dan tidak melintasi jalan Nasional.

Bahkan di kawasan PT IMIP tidak ada kendaraan roda dua (sepeda motor) yang melintas karena dilarang dan semua karyawan atau tamu yang datang telah disiapkan kendaraan khusus mulai dari bus dan kendaraan operasional PT IMIP.

Radar Palu, Jawa Pos Grup bersama rekan wartawan juga diberikan kesempatan melihat aktivitas perusahaan secara langsung terkait keselamatan tenaga kerja dan kawasan yang terintegrasi langsung ke Bandara khusus dan Pelabuhan laut.

Dirut Operasional PT IMIP Irsan Wijaya, didampingi Direktur Komunikasi Emilia Bassar dan Media Relation Dedi Kurniawan menegaskan, pihaknya sangat terbuka dan senang hati menerima kawan-kawan media. Pihak IMIP kata Irsan Wijaya, mengharapkan adanya pemberitaan yang berimbang agar masyarakat mendapatkan informasi yang berkualitas.

Ditambahkan Direktur Komunikasi Emilia Bassar, hingga tahun 2025 perusahaan yang masuk dan menjadi tenant di kawasan PT IMIP sebanyak 50-an perusahaan. Dari jumlah tersebut sudah 30 perusahaan yang beroperasi dan sisanya masih dalam tahap penyelesaian konstruksi.

''Hampir semua limbah yang ada di kawasan PT IMIP dapat dimanfaatkan oleh tenant-tenant lain sesuai teknologi masing-masing perusahaan seperti, coal power plant, pabrik mangan, silikon, chrome, kapur, kokas dan lainnya,'' demikian kata Dedi Kurniawan menambahkan. (ril)

 

 

Editor : Talib
#Jalan Nasional ruas Bahodopi dan Labota #satker PJN wilayah IV #Pemda dan PT IMIP #jalan rusak