RADAR PALU - Rencana peresmian jembatan IV Palu yang sebelumnya disampaikan akan berlangsung pada 16 Juli 2025 masih ditunda. Penundaan tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid.
"Menurut info terakhir kerena masih ada pekerjaan belum selesai jadi belum diresmikan, tapi hanya akan melihat meninjau langsung," sebut Gubernur Sulteng Anwar Hafid dalam keterangannya yang diterima media ini, Senin (7/7-2025).
Sebelumnya diberitakan jembatan IV akan segera diresmikan dan dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). “Tanggal 16 itu Menko infrastruktur dan lima menteri akan hadir di Palu,” terangnya.
Gubernur Anwar Hafid lalu mengajak bupati walikota hadir langsung di acara, sebab di momen ini juga akan dilakukan diskusi dan penyerapan aspirasi oleh Menko AHY.
Kepala Satker (Ka Satker) PJN 1 BPJN XIV Sulteng di Palu Lambang pada Senin sore (7/7/2025), menyatakan penggunaan jembatan Palu 4, masih ada beberapa tahapan yang belum tuntas, sekalipun fisiknya sudah 100 persen.
"Masih ada beberapa tahapan sebelum peresmian, yaitu loading test dan Audit Keselamatan Jalan/Jembatan yang belum tuntas," kata Ka Satker PJN 1 Palu Lambang.
Sebelumnya, Kepala Balai Pengelola Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah, Dadi Muradi mengklaim jika progres fisik jembatan IV Palu telah rampung. Konstruksinya menggunakan teknologi mutakhir. Termasuk sistem pondasi bore pile beton bertulang (RC Bore Pile).
Sistem pondasi bore pile ini adalah metode konstruksi pondasi yang menggunakan teknik pengeboran tanah terlebih dahulu sebelum memasukan tulangan dan beton ke dalam lubang bor.
Pondasi ini berfungsi untuk memindahkan beban bangunan ke lapisan tanah yang lebih kuat dan stabil. Struktur bawah dengan dua pilar dan dua abutment (kepala jembatan) serta struktur atas bentang tiga span berkelanjutan menggunakan metode balanced cantilever.
Metode ini adalah teknik konstruksi jembatan yang memanfaatkan prinsip kantilever seimbang untuk membangun struktur jembatan tanpa menggunakan sistem perancah.
Jembatan ini menggunakan prestressed concrete box girder untuk menjamin kekuatan dan ketahanan terhadap beban maupun bencana alam. Prestressed concrete box girder adalah jembatan yang menggunakan struktur balok (girder) berbentuk kotak (box) yang terbuat dari beton prategang. Beton ini memiliki baja dalamannya yang telag dipres dengan gaya tekan.
Dengan total panjang proyek ini 1.073 meter dengan panjang utama mencapai 250 meter dan lebar 12 meter. Sebelumnya, para pekerja telah menyelesaikan pengaspalan jembatan IV Palu mencakup area 10.730 meter persegi dan penimbunan di sisi kiri-kanan sepanjang 800 meter.
Pengaspalan menjadi bagian akhir yang mengukuhkan konstruksi jembatan IV Palu. Jembatan ini nantinya akan melewati tahap uji beban loading dan uji fungsi kelayakan jembatan sebelum diresmikan.
Audit akan dilakukan oleh Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan (KKJTJ) dalam beberapa bulan ke depan. "Jadi peresmian belum dapat dilakukan dalam waktu dekat," singkat Dadi Tahadalam keterangannya. (ril)
Editor : Rony Sandhi