Kunjungan ini merupakan bagian dari silahturahmi juga melakukan klarifikasi terkait temuan tunggakan pajak perusahaan yang berasal sejak Tahun 2018 silam atau pada masa manajemen sebelumnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala Seksi Juru Sita Mokhamad Rizal Fanani bersama Juru Sita Muhammad Amin Riznan, menyampaikan langsung perihal piutang pajak yang tercatat belum diselesaikan.
Mereka diterima secara terbuka oleh Direktur Radar Palu, Murtalib, bersama General Manager, Ismail Kamur.
“Piutang pajak ini sesuai data berasal dari tahun 2018. Kami berharap komitmen dari manajemen baru untuk menyelesaikan kewajiban ini,” kata Fanani dalam pertemuan yang berlangsung di kantor Radar Palu.
Fanani juga menjelaskan bahwa pajak merupakan kontribusi wajib baik individu maupun badan usaha kepada negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan pelayanan publik. “Pajak adalah tulang punggung pembangunan. Kita semua berkewajiban membayar sesuai ketentuan,” tambahnya.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Radar Palu, Murtalib, menyatakan bahwa manajemen baru berkomitmen menyelesaikan persoalan perpajakan tersebut, meskipun permasalahan itu merupakan warisan dari manajemen sebelumnya.
“Kami tidak ingin mencari siapa yang salah. Tanggung jawab moral kami adalah memastikan seluruh permasalahan lama, termasuk administratif dan perpajakan, diselesaikan dengan baik,” tegas Murtalib, yang dipercayakan memimpin managemen baru sejak 1 Oktober 2024.
Ia menambahkan bahwa kunjungan juru sita ini menjadi bagian dari proses normal dalam transisi dan perbaikan internal yang tengah dilakukan oleh Radar Palu sebagai bagian dari restrukturisasi menyeluruh. Radar Palu saat ini tengah menjalani rebranding di bawah Jawa Pos Group. Perubahan ini tidak hanya menyangkut nama dan tampilan, tetapi juga menyasar penguatan tata kelola redaksi, perbaikan sistem keuangan, serta reposisi konten yang lebih profesional dan berpihak pada kepentingan publik.
"Ini fase baru. Kami ingin menjadikan Radar Palu sebagai rumah jurnalisme yang sehat dan kredibel bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Kami tidak ingin mengulang kesalahan masa lalu," lanjut Murtalib.
Langkah-langkah pembenahan terus dilakukan, termasuk audit internal secara mandiri dan penyesuaian struktur redaksi sesuai standar Jawa Pos Group. Radar Palu juga menegaskan komitmennya membangun kemitraan strategis dengan pemangku kepentingan di daerah, sekaligus menjaga independensi dan integritas jurnalistik.
Dengan semangat baru tersebut, Radar Palu menargetkan menjadi salah satu pilar informasi terpercaya di Sulawesi Tengah yang tidak hanya cepat dan faktual, tetapi juga mendidik dan membangun. "Kami ingin Radar Palu menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," tutup Murtalib. (*/red)
Editor : Agung Sumandjaya