Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Parimo Ditunjuk Pengekspor Perdana Durian Beku Indonesia-China, Miliki Ratusan Ribu Pohon Durian Produktif

Muksin Sirajuddin • Minggu, 1 Juni 2025 | 13:35 WIB

RADAR PALU-Setelah penandatanganan protokol ekspor antara Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Tiongkok, Xi Jinping, di Jakarta pada Minggu (25/05/2025), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Provinsi

Buah durian Parigi Moutong (FOTO : ROY LASAKKA/RADAR PALU)
Buah durian Parigi Moutong (FOTO : ROY LASAKKA/RADAR PALU)
Sulawesi Tengah, ditunjuk sebagai daerah pengekspor perdana durian beku Indonesia-China.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Parimo, Faradiba Zaenong, mengatakan penunjukan Parimo sebagai pengekspor perdana durian beku Indonesia-China bukan karena faktor kebetulan. Melainkan, karena memiliki modal alam dan kesiapan yang tak bisa diabaikan.

Sebab, Kabupaten Parimo memiliki 114.103 pohon durian produktif yang tersebar di lahan seluas 1.114 hektar.

Selain itu, ditunjang dengan tersedianya 16 unit packing house. Sehingga, wajar jika Kabupaten Parimo disebut telah memenuhi standar ekspor internasional. Bahkan, ia memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring permintaan global.

“Ini menunjukkan, bahwa Kabupaten Parimo telah siap untuk menembus pasar China,” ujar Faradiba saat ditemui Radar Palu di Parigi, Selasa, 27 Mei 2025.

Keberhasilan tersebut adalah hasil dari sinergi yang erat antara petani lokal, pelaku usaha, dan pemerintah lintas level. Bahkan, telah diperkuat dengan dukungan asosiasi petani seperti APDURIN.

Olehnya, KADIN Parimo terus mendorong transformasi sistem budidaya menuju pola modern yang efisien dan berkelanjutan. Namun, ia mengingatkan euforia tersebut tidak boleh melupakan satu hal penting, yaitu keberlanjutan.

“Sebab, ekspor perdana nanti bisa menjadi batu loncatan atau justru hanya sebagai cerita sesaat jika tidak dibarengi dengan disiplin kualitas maupun standar mutu. Apalagi, negara China adalah pasar yang menjanjikan. Tetapi memiliki standar ketat,” katanya.

Semua potensi yang dimiliki, kata dia, bukanlah hal yang berlebihan. Pasalnya, Kabupaten Parimo disebut-sebut tengah menuju status sebagai sentra pengembangan durian modern skala nasional.

Transformasi tersebut bukan hanya tentang pertanian. Melainkan, tentang reposisi ekonomi daerah yang lebih visioner serta kompetitif di panggung dunia. Apalagi, durian yang dulu hanya dikenal sebagai buah khas lokal, kini menjadi komoditas strategis nasional.

“Ekspor ke Tiongkok bukan akhir, melainkan gerbang awal menuju pasar global lainnya,” ungkapnya.

Ia berharap, seluruh pihak yang terlibat dan para stakeholder di Kabupaten Parimo lebih aktif serta progresif dalam merespon momen bersejarah ini.

“Mari kita buktikan, bahwa kita mampu menjadikan Kabupaten Parimo sebagai sentra pengembangan durian di Indonesia,” ujar Faradiba.(cr5)

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Parigi Moutong #indonesia-china #Presiden Prabowo Subianto #ekspor tiongkok #Provinsi Sulawesi Tengah #kamar dagang dan industri #ekspor durian