Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gandeng PKK dan BKKBN, PT CPM Luncurkan Program Genting untuk Cegah Stunting di Kota Palu

Taswin • Kamis, 29 Mei 2025 | 02:44 WIB

PT Citra Palu Minerals (CPM) menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palu serta BKKBN Sulawesi Tengah untuk meluncurkan Program Genting.
PT Citra Palu Minerals (CPM) menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palu serta BKKBN Sulawesi Tengah untuk meluncurkan Program Genting.
RADAR PALU - Kasus stunting masih menjadi perhatian serius bagi Indonesia, termasuk di Kota Palu.

Meski telah menunjukkan tren penurunan, angka stunting namun jumlahnya masih tergolong tinggi dan memerlukan perhatian bersama.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang. Hal ini sering kali disebabkan oleh pola makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

Baca Juga: Suzuki Fronx Resmi Diluncurkan, Berikut Pernyataan Menarik Seputar SUV Anyar Ini

Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu tersebut, PT Citra Palu Minerals (CPM) menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palu serta BKKBN Sulawesi Tengah untuk meluncurkan Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, Rabu (28/5), di wilayah Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

PT Citra Palu Minerals (CPM) menegaskan komitmennya dalam mendukung program pengembangan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Hal tersebut disampaikan oleh

General Manager External Affairs and Security PT CPM, Amran Amier, dalam sambutannya menegaskan komitmen PT CPM dalam mendukung program pengembangan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan

Baca Juga: Suzuki Fronx Resmi Meluncur, SUV Bergaya Coupe dengan Teknologi Canggih

Amran mengatakan, kolaborasi antara pihak swasta, masyarakat, dan pemerintah menjadi titik awal yang strategis untuk mewujudkan tujuan bersama, yakni menciptakan generasi yang sehat.

"Sebagai bagian dari masyarakat Kota Palu, PT CPM memang berkewajiban sebagai bagian dari investasi kami untuk melaksanakan apa yang disebut dengan program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban tersebut didasarkan pada ketentuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM), serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas, yang mengatur tentang tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Baca Juga: Anggota DPR RI Dapil Sulteng Beniyanto Disanksi MKD, DPD Golkar Sulteng Belum Nyatakan Sikap

"Tentu saja, kami tidak hanya ingin sekadar memenuhi kewajiban sebagai pelaku usaha, tetapi juga ingin menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam menjalankan program-program sosial," tambah Amran.

Dalam pelaksanaan program PPM, PT CPM menetapkan delapan pilar utama, salah satunya adalah pilar kesehatan.

“Yang harus dilaksanakan dan menjadi kewajiban dari PT CPM,” pungkasnya.

Baca Juga: 70-an Pejabat Pemprov Sulteng Ramai-Ramai Naik Pesawat ke Buol, Hadiri Rembuk Budaya Bokid Hadat

Ketua TP PKK Kota Palu, Diah Puspita, mengingatkan para penerima manfaat bantuan dari PT Citra Palu Minerals (CPM) agar tidak hanya berhenti pada penerimaan bantuan semata.

Ia menekankan pentingnya perubahan pola hidup dan pola asuh anak dalam upaya bersama mengatasi stunting.

"Untuk ibu-ibu yang Alhamdulillah hari ini menerima manfaat bantuan dari PT CPM, tentunya bukan hanya sampai di situ. Pesan saya, ibu-ibu juga harus banyak belajar, terutama dalam mengatur pola hidup dan pola makan anak-anak kita," ujar Diah Puspita.

Baca Juga: Anwar Hafid Terima Gelar Tau Doka di Buol, Rembuk Budaya Jadi Titik Balik Peradaban Lokal Sulteng

Lebih lanjut, Diah juga mengajak para ibu untuk tidak malas datang ke posyandu. Menurutnya, selain kegiatan penimbangan dan pengukuran, posyandu juga merupakan tempat penting untuk mendapatkan edukasi, pembelajaran, dan informasi terkait kesehatan anak.

"Jangan malas ke posyandu, Bu. Di sana kita tidak hanya ditimbang atau diukur, tapi juga mendapatkan edukasi dan informasi penting. Dan satu lagi, jangan pernah malu bertanya," pungkas Diah.

Sementara itu, Superintendent PPM-CSR PT CPM, Rahyunita Handayani, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah mendampingi sebanyak 18 bayi dan balita dalam program pemenuhan gizi hingga usia dua tahun.

Sebagian besar anak yang mendapatkan pendampingan berasal dari Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, sesuai data yang diterima dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Namun, terdapat satu anak dari Kampung Lere, Kecamatan Palu Barat, yang juga mendapatkan dukungan dari program ini.

Baca Juga: Korem 132/Taulako Ungkap Kebakaran Kodim Poso Diduga Korsleting Listrik 

“Anak dari Palu Barat itu sebelumnya sempat gagal kami ikutkan dalam operasi celah bibir dan langit-langit karena berat badannya belum memenuhi syarat. Maka kami masukkan ke dalam program penanganan stunting agar ke depan bisa kembali dijadwalkan untuk operasi,” jelas Rahyunita.

Dari 18 anak yang didampingi, 17 di antaranya berasal dari Kecamatan Mantikulore. Usia mereka bervariasi, mulai dari delapan bulan hingga satu tahun lebih. Program ini dirancang untuk memastikan setiap anak mendapatkan asupan gizi yang cukup hingga menginjak usia dua tahun.

“Kami akan terus dampingi mereka hingga usianya genap dua tahun, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam upaya pemenuhan gizi anak,” tambahnya. (win)

Editor : Taswin
#PT Citra Palu Minerals #Stunting #kekurangan gizi